Jadi Tahanan Kota & Diduga Membunuh, Dewa Tarigan Menghilang

Farida Noris    •    Kamis, 24 Nov 2016 10:41 WIB
pembunuhan
Jadi Tahanan Kota & Diduga Membunuh, Dewa Tarigan Menghilang
Ilustrasi/Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Medan: Dewa Tarigan, 23, terdakwa kasus pengeroyokan di Diskotik Retrospective, Capital Building Medan, Sumatera Utara, menghilang. Terdakwa yang ditetapkan sebagai tahanan kota ini tak mampu dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yunitri Sagala di persidangan.

Terdakwa seharusnya menjalani sidang di Pengadilan Negeri Medan pada Rabu 23 November 2016 bersama empat orang temannya, antara lain Elbarino, 25, Irfan Lubis, 32, Nanda Lubis, 23, Rifki Aulia Tanjung, 21. Namun terdakwa tak hadir. Meski telah menjadi terdakwa dalam kasus pengeroyokan, Dewa Tarigan tak kapok. 

Status tahanan kota membuatnya leluasa melakukan kejahatan. Ternyata, Dewa juga terlibat dalam kasus pembunuhan Fahmi Rozi, 20, di diskotik X3 Komplek Plaza Yanglim Medan, Sabtu 20 November dini hari lalu.

Petugas Unit Resort Kriminal (Reskrim) Polsek Medan Area yang dipimpin Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Medan Area, AKP Cahyadi pun mencari keberadaan Dewa di Pengadilan Negeri (PN) Medan.

"Kami datang ke PN Medan untuk mencari Dewa Tarigan, pelaku pembunuhan Fahmi Rozi di diskotik X3. Dari informasi, dia sebagai terdakwa pada sidang hari ini. Tapi dia tidak hadir di sini. Pelaku memang sedang kami cari," ujarnya di PN Medan, kemarin.

Cahyadi memastikan Dewa sebagai pelaku pembunuhan itu. Apalagi, petugas melihat berbagai bukti yang ada seperti rekaman CCTV dan keterangan beberapa saksi.

"Setelah beberapa saksi di BAP, dapatlah kejelasannya bahwa dia pelakunya. Dia menikam dada kiri korban dengan pisau yang didesain di gesper (ikat pinggang) dan menyebabkan korban tewas," ujar Cahyadi.

Untuk mencari keberadaan pelaku, petugas sudah mencari ke berbagai tempat yang dicurigai hingga di kota lain yang diyakini jadi tempat pelarian, yakni di Natal, Kabupaten Mandailing Natal. 

"Kami belum bisa pastikan dia masih di Medan atau tidak, kami sudah berupaya. Tapi, memang kami akui ada batasnya," kata dia.

Sementara itu, meski tak dihadiri terdakwa, majelis hakim tetap menggelar persidangan dengan empat terdakwa lainnya. Majelis hakim menginstruksikan JPU menghadirkan terdakwa Dewa pada sidang berikutnya. 

"Kepada jaksa supaya menghadirkan terdakwa pada sidang berikutnya dengan surat. Ini merupakan perilaku tidak kooperatif dari terdakwa dan nanti bisa ditetapkan supaya terdakwa ditahan," kata hakim Irwan Effendi.

Usai sidang, JPU Yunitri Sagala mengaku akan mengirimkan surat pemanggilan kepada Dewa dan diteruskan ke ketua majelis hakim yang menangani perkara itu. 

"Nanti kita tembuskan ke ketua majelisnya, kalau dia memang tidak datang lagim biar ketua majelisnya yang mengeluarkan pemanggilan secara paksa,” kata dia usai sidang.


(UWA)