Target Kunjungan Wisman ke Kepri Baru Terealisasi 1,4 Juta Orang

Anwar Sadat Guna    •    Kamis, 23 Nov 2017 14:26 WIB
wisatawan
Target Kunjungan Wisman ke Kepri Baru Terealisasi 1,4 Juta Orang
Menpan-RB Asman Abnur saat menyampaikan materinya dalam seminar industri pariwisata di Kampus PPB, Tiban Ayu, Kota Batam, Provinsi Kepri, Kamis, 23 November 2017.

Batam: Pemerintah memberi perhatian penuh pada sektor pariwisata di Kepulauan Riau (Kepri). Sejumlah destinasi dan keunggulan yang dimiliki Kepri, khususnya Batam diharapkan mampu menggenjot kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia.

Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Asman Abnur, mengatakan, keunggulan yang dimiliki tersebut harus dibarengi dengan sinergitas antar institusi, yakni BP Batam, Pemko Batam, dan Pemprov Kepri untuk bersama-sama menggali potensi pariwisata di wilayahnya.

"Sudah saatnya BP, Pemko dan Pemprov bergandengan tangan. Kita tak boleh lagi kalah dengan negara tujuan wisata lainnya, seperti Vietnam, Malaysia, Thialand, dan Johor," ungkap Asman saat menjadi pembicara dalam seminar bertajuk Government Regulation to Support Tourism Industry di Kampus Politeknik Pariwisata Batam (PPB) di Batam, Kamis, 23 November 2017.

Ia mengatakan, pemerintah mendukung penuh upaya Pemprov Kepri, BP Batam, dan Pemko Batam menggenjot kunjungan wisman. "Kami mendorong agar pariwisata di Kepri dikembangkan, sehingga para pelaku usaha bidang pariwisata menjadi motor penggerak perekonomian di Kepri," kata Asman. 

Sekadar diketahui, target kunjungan wisatawan di Kepri pada 2017 mencapai 2,2 juta orang. Hingga September 2017, kunjungan wisman sudah mencapai lebih dari 1,4 juta orang. Sedangkan di Batam, target kunjungan wisman pada 2017 mencapai 1,7 juta orang. 

Asisten Deputi Pengembangan Pasar ASEAN Kementerian Pariwisata, Rizki Handayani mengatakan, Kepulauan Riau adalah salah satu yang memiliki destinasi luar biasa. Wilayah ini memiliki potensi alam, laut, budaya, dan sejarah yang dapat menarik kunjungan wisatawan. 

"Wisatawan terbanyak yang datang ke Kepri masih didominasi oleh wisman Singapura, India, dan Malaysia. Pada 2016 lalu, sebanyak 614 ribu wisatawan Singapura yang datang ke Kepri," ujar Rizki.


Asisten Deputi Pengembangan Pasar ASEAN Kementerian Pariwisata, Rizki Handayani saat menyampaikan materinya tentang potensi dan kunjungan wisman ke Kepri saat menjadi pembicara di Kampus PPB, Kota Batam, Kamis, 23 November 2017.

Bahkan sekira 70 persen wisatawan mancanegara yang ada di Indonesia, tambah Rizki, berkunjung ke sejumlah wilayah di Kepri. Wilayah ini memiliki beberapa destinasi wisata, yakni kawasan wisata Lagoi (Bintan), Camp Vietnam (Batam), kawasab resort Nongsa (Batam), Pulau Penyengat (Tanjungpinang), dan beragam destinasi lainnya. 

Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo menambahkan, beberapa iven bertaraf internasional akan diselenggarakan BP Batam jelang akhir tahun ini. Iven tersebut, yakni maraton, carnival, dan badminton. "Beberapa negara ASEAN sudah menyatakan kesediannya ikut dalam iven ini," ujarnya. 

Iven-iven bertaraf internasional, kata Lukita, diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisman di Kepri. Selain itu, sarana prasarana dan fasilitas juga terus ditingkatkan. Misalnya akses di pintu-pintu masuk pelabuhan dan bandara. 

"Kami ingin membuat wisatawan merasa nyaman datang ke Kepri, khususnya Batam. Kami berkerjasama dengan Pemko Batan dalam hal. Dan Wali Kota Batam juga telah membangun infrastruktur jalan," ujarnya. 

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengatakan, sektor pariwisata kini menjadi salah satu sektor unggulan di Batam setelah industri manufaktur dan galangan kapal (shipyard) lesu akibat dampak dari ekonomi global belum lama ini. 

Posisi Batam yang strategis, sambung Amsakar, menjadi keunggulan bagi daerah untuk menarik sebanyak-banyaknya wisatawan datang ke Batam. "Makanya kami menggenjot benar sektor pariwisata ini agar mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Batam. Kami optimis, kunjungan wisman 1,7 juta terealisasi hingga akhir tahun nanti," ujarnya. 

Hadir dalam seminar ini, Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian, Kepala Dinas Pariwisata Kepri Buralimar, sejumlah pelaku usaha industri pariwisata di Kepri, dosen dan mahasiswa Politeknik Pariwisata Batam dan mahasiswa dari perguruan tinggi lainnya di Batam. 


(ALB)