Kepala BLH Batam Terjaring OTT Polda Kepri

Anwar Sadat Guna    •    Selasa, 24 Oct 2017 15:02 WIB
korupsi
Kepala BLH Batam Terjaring OTT Polda Kepri
Kapolda Kepri ekspose OTT kepala BLH Batam. MTVN/Anwar

Metrotvnews.com, Batam: Tim Saber Pungli Kepolisian Daerah (Polda) Kepri melakukan operasi tangkap tangan (OTT) Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Batam, Dendi Purnomo, terkait kasus dugaan suap proyek tang cleaning di laut.
 
Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian mengatakan, OTT terhadap Kepala BLH Kota Batam tersebut berlangsung di kediaman tersangka, di Kompleks Pengairan, Sei Harapan, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, Senin, 23 Oktober 2017, sekira pukul 16.00 WIB.

"Saat OTT berlangsung, selain DP, Tim Saber Pungli Polda Kepri juga mengamankan seorang pria berinisial AM. Dia merupakan pengusaha dan direktur PT Telaga Biru Semesta," ungkap Sam di Mapolda Kepri, Selasa, 24 Oktober 2017.

Pengusaha yang ikut ditangkap tersebut, ungkap Sam, adalah pemenang tender proyek. AM diketahui merupakan pihak yang mengurus dokumen yang terkait dengan cleaning. 

"Keduanya (DP dan AM) kemudian melakukan komunikasi melalui handphone dan berjanji bertemu di rumah kepala BLH Pemko Batam tersebut. Saat bersamaan AM membawa sejumlah uang," jelas Sam.

Dalam kasus dugaan suap tersebut, Tim Saber Pungli Polda Kepri menyita uang tunai senilai Rp25 juta, dua unit handphone dan satu baju batik beserta hanger. 

"Tim Saber Pungli sedang melakukan pengembangan terkait kasus dugaan suap tersebut. Kedua tersangka ditahan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut," kata Sam yang didampingi Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol S Erlangga dan Dirreskrimum Polda Kepri.

Dalam konferensi pers tersebut, kedua tersangka tampak dihadirkan di lokasi. Wajah keduanya tampak ditutup mengenakan sebo. Kepala BLH Batam Dendi Purnomo lebih banyak tertunduk. Dia masih mengenakan pakaian seragam PNS dengan rompi berwarna orange. 

Dendi Purnomo merupakan salah satu pejabat yang cukup lama menempati posisi sebagai kepala BLH. Kantor yang ia pimpin sebelumnya bernama Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (Bapedal) Kota Batam.

Dengan jabatan sebagai kepala Bapedal dan kini BLH, ia kerap berurusan perusahaan yang akan mengurus Amdal, izin lingkungan hidup, dokumen dan perizinan terkait reklamasi, dan perizinan lainnya. 

Namanya mencuat kala Bapedal bersama PPNS Kota Batam menghentikan aktivitas belasan perusahaan yang melakukan reklamasi di Batam tanpa dokumen yang lengkap, tahun 2016 lalu. Bapedal dan PPNS juga menyegel puluhan kendaraan dump truck yang digunakan mengangkut tanah dan pasir.



(ALB)