Tokoh Ugamo Malim Bahagia MK Beri Ruang ke Penghayat Kepercayaan

Farida Noris    •    Selasa, 07 Nov 2017 15:58 WIB
kepercayaan
Tokoh Ugamo Malim Bahagia MK Beri Ruang ke Penghayat Kepercayaan
Para penganut kepercayaan menyambut gembira putusan MK yang mengabulkan permohonan uji materi atas Pasal 61 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 dan Pasal 64 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan, Selasa 97/11/2017). Foto: MI/M

Metrotvnews.com, Medan: Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) memberi hak bagi penghayat kepercayaan mengisi kolom 'agama' pada Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Penganut Ugamo Malim, kepercayaan asal tanah Batak, menyambut baik pengakuan ini.

"Selama ini tidak boleh ditulis, entah peraturan Mendagri dulu itu, ditulis buka kurung garis tutup, dikosongkan, kurang lebih seperti itu. Jadi itu bermasalah bagi instansi lain, mereka mana mengerti itu," kata Tokoh Parmalim, Monang Naipospos, Selasa 7 November 2017.

Putusan MK itu memberi ruang bagi penghayat kepercayaan memiliki identitas yang paripurna. Selain itu, putusan MK mempermudah mereka untuk menjalani proses administrasi pemerintahan yang selama ini sulit bagi penganut kepercayaan.

"Era administrasi sistem online saat ini, penghayat kepercayaan cukup kesulitan. Kami tidak punya pilihan untuk mengisi kolom yang opsinya sudah tersedia. Saat pendaftaran masih manual, pada formulir masih tersedia pilihan `lain-lain` pada kolom agama," ungkapnya.

Dia berharap, putusan MK ini segera diimplementasikan di instansi-instansi pemerintah dan swasta. Putusan ini diharapkan memberi kesetaraan hak kepada seluruh warga Indonesia.

(Baca: Pemerintah Patuh Putusan MK soal Penghayat Kepercayaan)

"Anggaplah sekarang dapat ditulis di KTP, tapi belum bisa masuk polisi atau masuk tentara, karena di sana masih ada peraturan enam agama. Jadi pengaplikasiannya yang penting," urainya.

Sebelumnya, MK telah mengabulkan uji materi Undang-undang No 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan pada 7 November 2017. Putusan ini memberi hak bagi penghayat kepercayaan mengisi kolom agama pada KK dan KTP sesuai kepercayaan masing-masing.

Lewat putusan itu, penganut aliran kepercayaan memiliki kedudukan hukum yang sama dengan pemeluk enam agama yang telah diakui pemerintah dalam memperoleh hak terkait administrasi kependudukan.

(Baca: Penghayat Kepercayaan Mendapat Tempat di KTP)

Sebagai informasi, Parmalim adalah sebutan bagi penganut Ugamo Malim. Kepercayaan ini biasanya dianut suku Batak Toba di Sumatera Utara.

Saat ini, ada sekitar 9.000 Parmalim yang tersebar di seluruh Indonesia. Jumlah penghayat kepercayaan di Indonesia cukup banyak, karena Ugamo Malim bukan satu-satunya kepercayaan di Nusantara.


(SUR)