Saksi Mata: Gerak-gerik Pelaku Bom Bunuh Diri Mencurigakan

Wandi Yusuf    •    Minggu, 28 Aug 2016 11:22 WIB
bom bunuh diri
Saksi Mata: Gerak-gerik Pelaku Bom Bunuh Diri Mencurigakan
Pemuka agama Albert S. Pandingan seusai diserang pelaku percobaan bom bunuh diri. Foto: Istimewa

Metrotvnews.com, Medan: Pelaku percobaan bom bunuh diri di rumah ibadah Santo Yosef, di Jalan Dr. Mansyur, Kota Medan, Sumatera Utara, sejak awal terlihat mencurigakan.

"Dia terus memakai tas ranselnya walaupun pastor sedang berkhotbah," kata saksi mata Markus Harianto, kepada Metro TV, Minggu (28/8/2016).

Biasanya, kata Markus, ransel atau tas bawaan akan disimpan di samping atau di bawah kursi. Selain itu, Markus juga mengaku tak pernah melihat pelaku.

"Kalau pun ada jemaat yang baru, biasanya duduk di belakang dekat pintu keluar," ujarnya.

Namun, pelaku justru duduk di jejeran kursi terdepan. "Dia duduk paling kanan," kata Markus. Jarak antara pelaku dengan tempat khutbah sekitar 10-15 meter.


Peralatan yang ditemukan usai pelaku meledakkan bom. Foto: Istimewa

Markus melanjutkan, bom yang tersimpan di dalam ransel pelaku sempat meledak. Namun, ledakannya tak besar. "Mirip suara petasan," ujarnya. Tak lama berselang, pelaku langsung menyerang pastor Albert S. Pandingan yang tengah berada di altar. 

"Kondisi pelaku (setelah bom meledak) masih sadar dan sempat melukai pastor," ujar dia.

Saat diserang, pastor sempat mengelak namun pisau yang dibawa pelaku masih bisa melukai lengan kirinya. Umat, sambung Markus, langsung berlari dan menendang pelaku hingga jatuh. "Umat lalu membawa dia ke belakang," ujarnya.

Pemuka agama Albert S. Pandingan diserang lelaki berinisial IAH saat akan berkhotbah di depan mimbar, Minggu pagi, 28 Agustus. IAH menghampiri Albert sambil membawa sebilah pisau dapur setelah bom yang digendongnya meledak. Albert terkena sabetan pisau di lengan kirinya. Namun, umat yang tengah beribadah langsung membekuk pelaku.



(UWA)