Warga Batam yang Diduga Terpapar Zika Masih Diisolasi

Anwar Sadat Guna    •    Rabu, 07 Sep 2016 20:12 WIB
virus zika
Warga Batam yang Diduga Terpapar Zika Masih Diisolasi
Suasana kedatangan penumpang asal Singapura dan Malaysia di Pelabuhan Internasional Batam Centre, Rabu (7/9/2016). Foto: Metrotvnews.com/Anwar Sadat

Metrotvnews.com, Batam: Warga Batam berinisial R, 39, masih diisolasi di RSUD Embung Fatimah Batam karena diduga terpapar virus zika setelah pulang dari Singapura pada 3 September 2016. R saat ini masih terus diawasi petugas dari Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Kepri. 

Kepala Dinkes Kepri, Tjejep Yudiana, mengatakan masih terus memantau kondisi pasien. Pemeriksaan darah juga akan dilakukan satu kali lagi di laboratorium Kemenkes, di Jakarta. 

"Dua kali pemeriksaan hasilnya negatif. Kita sudah memeriksa untuk ketiga kalinya dan dikirim ke Kemenkes untuk diuji di laboratorium. Dan hasilnya, paling cepat besok pagi sudah keluar," kata Tjejep kepada Metrotvnews.com, Rabu (7/9/2016). 

Ia mengungkapkan, kondisi pasien berangsur membaik. Suhu badannya mulai menurun dari 38 derajat celcius menjadi 36,5 derajat celcius. Rasa meriang dan sakit di kepala pun mulai berkurang. 

Meski demikian, pasien yang memiliki suami warga negara Singapura itu masih dalam pengawasan tim medis. Pasien ini, kata Tjejep, juga masih diberikan cairan infus agar kondisi kesehatannya tetap terjaga dan tidak lemas.

R diduga terpapar virus zika saat masuk ke Batam pada 3 September 2016. Saat melintasi pintu therma scan, suhu badan wanita tersebut mencapai 38 derajat celcius. Ketika diperiksa petugas kesehatan setempat, mata wanita ini merah dan terdapat ruam-ruam merah di tubuh. 

"Dia juga mengeluh pegal linu dan sakit kepala. Petugas kesehatan langsung memeriksa dan keesokan harinya menjalani perawatan di RSUD Embung Fatimah, Batam," jelasnya. 

Dari catatan petugas imigrasi Pelabuhan Internasional Batam Centre, R diketahui berangkat ke Singapura pada 31 Agustus.

Tjejep menambahkan, jika hasil pemeriksaan ketiga nanti hasilnya tetap negatif, maka pasien diizinkan menjalani rawat jalan.

Humas RSUD Embung, Fatimah, menambahkan kondisi pasien terindikasi virus Zika kini mulai membaik. "Saya sudah menanyakan ke dokter yang menangani, hasilnya mulai membaik," ujarnya. 

Jumlah warga yang terinfeksi virus zika di Singapura saat ini mencapai 258 orang. Jumlah ini terus meningkat dalam beberapa hari terakhir. Zika disebabkan oleh gigitan nyamuk aedes aegypti yang juga dapat membawa virus dengue penyebab demam berdarah dengue atau DBD.


(UWA)