Jaksa Buru Tersangka Korupsi di Rumah Aspirasi Anggota DPR

Farida Noris    •    Rabu, 14 Sep 2016 20:33 WIB
kasus korupsi
Jaksa Buru Tersangka Korupsi di Rumah Aspirasi Anggota DPR
Foto ilustrasi. (Ant/Sahrul Manda Tikupadang)

Metrotvnews.com, Medan: Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara menggeledah Rumah Aspirasi Romo Center yang terletak di Jalan Bunga Baldu, Medan. Penggeledahan itu merupakan upaya penyidik mencari tiga tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan mobil sewa Bank Sumut yang berkali-kali mangkir.

Ketiga tersangka yang berulangkali mangkir yakni Pemimpin Divisi Umum Bank Sumut Irwan Pulungan, Pejabat Pembuat Komitmen Bank Sumut Zulkarnain, dan seorang rekanan atau penyedia jasa Direktur CV Surya Pratama, Haltatif.

Baca: Ketiga Kalinya, 3 Tersangka Korupsi Bank Sumut Mangkir

Kepala Seksi Penerangan dan Hukum Kejati Sumut Bobby Sandri membantah adanya penggeledahan. Menurutnya tim kejaksaan didampingi oleh kepala lingkungan setempat menanyakan keberadaan ketiga tersangka pada penjaga rumah saat itu. 

"Ada tiga tersangka yang dipanggil secara layak dan patut sebanyak tiga kali, tapi tidak ada kabar dan tidak datang ke Kejati Sumut. Jadi tim mencarinya karena diduga berada di Rumah Aspirasi Romo," terangnya, Rabu (14/9/2016). 

Dia menambahkan tim jaksa datang ke rumah itu, semalam. Rumah itu disebut-sebut milik Romo H Raden Muhammad Syafei, anggota DPR RI dari Dapil Sumut-I.

"Ada info yang diterima penyidik, ketiga tersangka sering mampir ke rumah tersebut. Kita juga sebelumnya tidak tahu kalau itu rumah aspirasi milik anggota DPR RI," terangnya.

Wakil Ketua Rumah Aspirasi Romo Centre, Wahyu Kurnia meminta Kejati Sumut menyampaikan permohonan maaf.

"Kami juga sudah mintakan Kejaksaan Agung agar mereka (tim penyidik) minta maaf ke Romo (Raden Muhammad Syafii) khususnya. Ini kan kami sudah dianggap jelek sembunyikan buronan," kata Wahyu.

Lima tersangka

Dalam kasus ini, pengadaan sewa 294 unit mobil operasional Bank Sumut senilai Rp18 miliar yang bersumber dari Rencana Anggaran Kerja (RAK) tahun 2013 diduga bermasalah.

Baca: Tersangka Korupsi Bank Sumut Minta Diperiksa Usai Lebaran

Ditemukan penyimpangan dalam proses pelelangan dan pembuatan SPK yang tidak didasarkan kontrak. Berdasarkan audit Badan Pengawasan Keuangan Pembangunan (BPKP) kerugian negara diperkirakan Rp11 miliar.

Penyidik Kejati Sumut telah menetapkan lima tersangka. Yakni Pemimpin Divisi Umum Bank Sumut Irwan Pulungan; Pejabat Pembuat Komitmen Bank Sumut Zulkarnain; dan seorang rekanan atau penyedia jasa Direktur CV Surya Pratama, Haltatif.

Lalu, Muhammad Yahya selaku mantan Direktur Operasional PT Bank Sumut, dan M Jefri Sitindaon selaku mantan Asisten 3 Divisi Umum PT Bank Sumut. Keduanya telah ditahan. Sedangkan tiga tersangka lain belum.


(SAN)