Warga Aceh Antusias Saksikan Penampilan 10.001 Penari Saman

Ferdian Ananda    •    Minggu, 13 Aug 2017 16:07 WIB
budaya
Warga Aceh Antusias Saksikan Penampilan 10.001 Penari Saman
Penampilan gladi menjelang pemecahan rekor MURI tari saman 10.001 penari di Satdion Seribu Bukit, Blangkejeren, Gayo Lues -- MI/Ferdian Ananda

Metrotvnews.com, Gayo Lues: Ribuan warga Aceh berbondong-bondong menuju Stadion Bukit Seribu, Blangkejeren, pada Minggu 13 Agustus 2017. Mereka hendak menyaksikan penampilan 10.001 penari saman dalam upaya memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) sebelumnya, yakni 5.057 penari pada 2014.

Salah seorang waga Kuta Cane, Aceh Tenggara, Syahrul, mengaku selalu antusias setiap menyaksikan penggelaran saman. Apalagi, penampilan tarian saman kali ini mendapatkan perhatian sejumlah kalangan.

"Saya sangat menyukai penampilan tarian saman, gerakannya itu sangat menarik, apalagi kan sudah mendunia," kata Syahrul.

Syahrul menambahkan, kehadirannya juga sebagai upaya memberikan motivasi kepada seluruh penari saman yang tetap mempertahankan tarian leluhur. "Mereka sudah mempertahankan dan menjaga tarian leluhur, pemerintah juga ikut memberikan dukungan" jelasnya.

Menurut Syahrul, tarian saman memang terlihat cepat dan atraktis. Namun, sebenarnya semua kalangan mampu mengkuti dan memperlajari tarian saman. Bahkan pada pemetasan saman nanti, berbagai kalangan dan usia akan berbaur demi menampilkan tarian saman yang memukau.

"Tarian saman bisa mengambarkan pada dunia, jika Aceh punya budaya dan tradisi yang sangat kuat dan fenomenal," lanjutnya.

Senada, Nisyahrial yang datang bersama keluarganya mengaku sangat tertarik dengan tarian saman. "Kami menempuh perjalanan satu jam kesini, karena itu kami juga bawa nasi sendiri. Ini ada 20 orang yang datang bersama rombongan kami," katanya.

Warga sudah berkumpul memadati lokasi pementasan saman sejak pukul 06.30 WIB. Mereka datang tak hanya dari kabupaten/kota terdekat, ada juga turis asing yang ingin menyaksikan langsung tarian saman.

Pertunjukkan 10.001 penari saman dibuka oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, ditandai dengan pemukulan gong. Selain penampilan tarian saman 10.001 penari, juga ikut ditampilkan puisi dari Fikar W Eda dan tarian Bines dari para kaum hawa serta pentas seni masyarakat Gayo.


(NIN)