Turis Amerika Belajar Budaya Melayu ke Pulau Lengkang

Anwar Sadat Guna    •    Jumat, 06 Jul 2018 13:10 WIB
Turis Amerika Belajar Budaya Melayu ke Pulau Lengkang
Jembatan Barelang yang dibangun dari 1992-1998 telah menjadi ikon wisata kota Batam. Antara

Batam: Sebanyak 37 wisatawan asing asal Amerika dan 14 juru bahasa berkunjung ke Kecamatan Belakangpadang, Kota Batam, Kepulauan Riau. Kehadiran 37 wisman tersebut untuk mengenal budaya Melayu di wilayah perbatasan, salah satunya Pulau Lengkang.

Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan (Wasdakim) Imigrasi Klas II Belakangpadang, Washono, mengatakan, merujuk pada surat pemberitahuan PT Island Connections International melalui Telunas Beach Resort, ke 37 wisman tersebut datang untuk mengenali budaya dan adat istiadat masyarakat melayu.

"Khususnya untuk wilayah di pulau-pulau terdepan dan perbatasan, di Belakangpadang. Mereka mulai melakukan kegiatan sejak 1 Juni 2018," ujar Washono, Kamis, 5 Juni 2018.

Kegiatan yang dilakukan puluhan wisman itu, kata Washono, bukan yang pertama kali. Dalam 10 tahun terakhir, PT Island Connections Internasional melalui Telunas Beach Resort rutin melakukan kegiatan tersebut dengan mendatangkan wisatawan untuk mengenali budaya melayu.

Meski demikian, kata dia, pihaknya tetap berkewajiban mengawasi kunjungan dan kegiatan yang dilakukan 37 wisman tersebut.

"Saat awal kunjungannya kami ingin memastikan kegiatan mereka apa saja selama di Pulau Lengkang, Belakangpadang. Petugas kita juga melakukan pemeriksaan atas dokumen mereka," ujarnya.


Petugas Imigrasi Klas II Belakangpadang saat meninjau kegiatan 37 WN Amerika di Pulau Lengkang, Kota Batam

Selain ingin mempelajari budaya Melayu, sambung Washono, turis asing tersebut juga ingin mengenali gaya hidup bersosialisasi masyarakat Melayu di perbatasan.

"Termasuk kehidupan sehari-hari seperti tata cara makan, cita rasa masakan melayu, kebiasaan masyarakat tradisional, hingga mempelajari tarian dan musik melayu," ujarnya.

Hasil pengamatan di lapangan, tambah Washono, warga Amerika tersebut juga melakukan kegiatan sosial bersama warga sekitar. Seperti; gotong royong (goro) membersihkan lingkungan sekitar.  "Termasuk goro membuat lapangan sepak takraw di Pulau Lengkang," pungkasnya.
(ALB)