Solar Langka, Kendaraan Antre Mengular di Tanjungpinang

Anwar Sadat Guna    •    Selasa, 22 Jan 2019 20:14 WIB
bbm
Solar Langka, Kendaraan Antre Mengular di Tanjungpinang
Antrean panjang kendaraan untuk membeli bahan bakar minyak (BBM) jenis solar terjadi di Jl Soekarno Hatta, Kota Tanjungpinang, Selasa, 22 Januari 2019. Medcom/Anwar

Batam: Antrean panjang kendaraan untuk membeli bahan bakar minyak (BBM) jenis solar terjadi di Jl Soekarno Hatta, Kota Tanjungpinang, Selasa, 22 Januari 2019. 

Puluhan kendaraan, mulai bus, minibus, mobil tangki, kendaraan pribadi maupun dinas, antre di sepanjang jalan tersebut. Antrean mulai berlangsung sekitar pukul 09.00 hingga pukul 12.30 WIB.

Haris, seorang sopir bus, mengaku antre BBM sejak sekitar pukul 09.00 WIB. SPBU tempat dia mengisi BBM tak kunjung mendapatkan pasokan solar sehingga kemdaraan mengular di sepanjang sisi kiri badan jalan. 

Hingga sekitar pukul 11.00 WIB, mobil tangki Pertamina tiba di lokasi dan melakukan pengisian BBM.

"Kami lagi nunggu antrean. Di sini antre sejak pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Kami datang ke SPBU ini karena sudah ditetapkan untuk lokasi pengisian solar," ujarnya kepada Medcom.id, Selasa, 22 Januari 2019.

Dia mengemudikan mobil bus operasional Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan, Provinsi Kepri. SPBU di Jl Soekarno Hatta tersebut menjadi rujukan BUMD Bintan untuk pengisian BBM semua kendaraan operasional Pemkab Bintan. 

"Kami sudah sering mengisi solar di sini. Untuk kendaraan operasional seperti mobil bus semuanya di arahkan di sini," ujarnya. Selain mobil dinas, tampak juga kendaraan pribadi, mobil tangki, dan minibus antre di lokasi.

Pantauan Medcom.id di lokasi, sekitar pukul 12.30 WIB, mobil tangki milik Pertamina selesai melakukan pengisian BBM. Setelah itu, kendaraan yang tadinya mengular mulai bergiliran satu per satu masuk ke SPBU.

Sementara itu, PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) I memastikan bahwa penyaluran solar di Tanjungpinang telah memenuhi kebutuhan masyarakat. Penyaluran solar pada Januari 2019 hingga saat ini sebanyak 20.6 kl/hari di di Tanjungpinang. 

Jumlah ini meningkat dari realisasi penyaluran Januari 2018 sebanyak 42% atau sebanyak 14.5 kl/hari. Dengan kondisi tersebut, kata dia, pasokan Solar bersubsidi cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah Tanjungpinang.

“Kami pastikan bahwa pasokan solar normal di wilayah Kepri, termasuk di Tanjungpinang. Jumlah realisasi penyaluran solar pada Januari 2019 meningkat bila dibandingkan dengan realisasi penyaluran pada Januari 2018," ujar Branch Marketing Manager Pertamina Wilayah Kepri, Oos Kosasih.

Masyarakat Tanjungping, sambung Oos, diimbau tak perlu khawatir dan membeli kebutuhan solar seperti biasa. 


(ALB)