Terlibat Sindikat BBM Ilegal, TNI AL Tangkap Kapal MT Angeline 2

Anwar Sadat Guna    •    Jumat, 02 Sep 2016 13:08 WIB
bbm ilegal
Terlibat Sindikat BBM Ilegal, TNI AL Tangkap Kapal MT Angeline 2
Kapal MT Angeline 2 saat akan ditangkap di Perairan Utara Lagoi, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri), Kamis (1/9/2016). Foto: TNI AL

Metrotvnews.com, Batam: Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) Lantamal IV bekerja sama dengan Gugus Keamanan Laut Wilayah Barat (Guskamlabar) TNI AL menangkap kapal MT Angeline 2 di Perairan Utara Lagoi, Kabupaten Bintan, Kamis (1/9/2016) sekira pukul 16.50 WIB. 

Kapal tersebut ditangkap karena diduga terlibat dalam kasus penyalahgunaan BBM ilegal bersama kapal MT Vier Harmoni yang lebih dulu ditangkap jajaran TNI AL di perairan Pulau Dato, Kalimantan Barat (Kalbar). Saat itu, MT Vier Harmoni membawa 900 ton solar dan dibawa kabur oleh nahkoda bersama sembilan orang ABK.

Informasi yang dihimpun, penangkapan MT Angeline 2 berawal dari hasil pengembangan kasus MT Vier Harmoni, di mana tim gabungan yang dibentuk oleh Komandan Lantamal IV Laksma TNI S. Irawan mendapatkan informasi dari hasil penelusuran terhadap alat komunikasi yang digunakan seorang kru MT Angeline 2.

Berbekal informasi itu, tim WFQR menindaklanjuti dengan menggerakkan unsur Patkamla Lobam yang saat itu siaga di Pos TNI AL Lagoi untuk memeriksa sektor pesisir Lagoi. 

Tim WFQR juga berkoordinasi dengan Guskamlabar yang selanjutnya ditindaklanjuti dengan menggerakkan KRI Siribua-859 dan KRI Alamang (ALG)-644 untuk mengejar di sektor yang dekat dengan Traffic Separation Scheme (TSS).

Hasil penyisiran, sekira pukul 16.50 WIB, KRI ALG-644 dengan komandan Mayor Laut (P) Ferry Hutagalung berhasil mendeteksi keberadaan MT Angeline 2 yang sedang berjalan lambat dan langsung dilakukan penangkapan di perairan utara Lagoi, Bintan.

Komandan Lantamal IV Laksma TNI S. Irawan mengatakan, MT Angeline 2 merupakan target operasi tim WFQR Lantamal IV. Kapal ini diduga terlibat kasus penyalahgunaan BBM ilegal bersama MT Vier Harmoni. Dikatakan Irawan, masih ada beberapa kapal lagi yang menjadi target operasi tim WFQR.

“Tim WFQR Lantamal IV akan membongkar sindikat internasional BBM ilegal yang telah merugikan negara,” tegas Irawan, Jumat (2/9/2016). Hasil pemeriksaan awal didapat keterangan bahwa MT Angeline 2 berlayar dari Kuantan menuju East OPL dengan muatan 300 ton solar yang tidak dilengkapi dokumen, berlayar tanpa nahkoda, dan tidak memiliki jurnal log book.

"Saat ini kapal MT Angeline 2 dengan pengawalan ketat KRI ALG-644 sedang dalam perjalanan menuju pelabuhan Tanjunguban untuk proses penyelidikan lebih lanjut," ujar Irawan.


(UWA)