3 Kapal Penyelundup Bawang Merah asal Malaysia Ditangkap

Anwar Sadat Guna    •    Selasa, 15 Nov 2016 19:58 WIB
penyelundupan
3 Kapal Penyelundup Bawang Merah asal Malaysia Ditangkap
Kepala DJBC Kepri Parjiya memperlihatkan barang bukti bawang merah selundupan yang disita dari tiga kapal. Foto: Metrotvnews.com/Anwar

Metrotvnews.com, Karimun: Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kanwil Provinsi Kepri menggagalkan upaya penyelundupan bawang merah yang dilakukan tiga kapal asal Malaysia. Jumlah seluruh muatan sekira 48 ton. Bawang merah selundupan itu akan dibawa ke Bengkalis, Riau, dan Tanjung Batu, Karimun, Kepri.

Kepala Kantor DJBC Kepri Parjiya mengatakan ketiga kapal yang ditangkap masing-masing, KM Karya Sakti, KM Diandra, dan satu kapal lagi tanpa nama. Ketiga kapal tersebut, kata Parjiya, mengangkut puluhan ton bawang merah tanpa dilengkapi dokumen pelindung yang sah.

KM Karya Sakti ditangkap di perairan Bantan Tengah dengan koordinat 01-45-30 U / 102-13-30 T. Kapal yang mengangkut 28 ton bawang merah ini ditangkap 8 November 2016 tim patroli BC-9004 saat patroli di wilayah perbatasan Kepri-Malaysia.

Kapal yang dinakhodai pria berinisial ZE, 41, ini mengangkut bawang merah dari Kuala Linggi, Malaysia, dengan tujuan Bengkalis, Provinsi Riau. "Perkiraan jumlah muatannya sebanyak 3.115 karung bawang merah," kata Parjiya di Kantor DJBC Kepri, di Tanjungbalai Karimun, Selasa (15/11/2016).

Kapal kedua, KM Diandra, mengangkut 3,6 ton bawang merah, juga ditangkap Tim Patroli BC-9004 sekitar perairan Bantan Tengah di koordinat 01-40-00 U/102-17-30 T. Petugas yang berpatroli mencurigai barang muatan kapal. 

Ketika berusaha didekati, nakhoda kapal berinisial RO, 35, berusaha menabrakkan kapalnya ke kapal patroli, sehingga mengakibatkan kapal tersebut oleng dan tak lama kemudian karam bersama barang muatan. 

"Barang bukti yang bisa kami selamatnya dari kejadian tersebut sekira 3,6 ton," ujarnya. 

Kapal terakhir yang ditangkap adalah kapal tanpa nama. Kapal yang dinakhodai oleh RM, 42, tersebut ditangkap patroli BC-9004 ketika melintasi perairan Tanjung Sampayan di koordinat 01-20-878 U/102-54-520 T, pada 12 November 2016. Kapal ini mengangkut 16,67 ton bawang merah asal Batu Pahat, Malaysia. 

"Bawang merah tersebut akan dibawa ke Tanjungbatu, Karimun, Kepri. Kapal ini berlayar tanpa dilengkapi dokumen pelindung yang sah, termasuk manifes barang. Guna pemeriksaan lebih lanjut, ketiga kapal dibawa ke pelabuhan DJBC Kanwil Kepri," ujarnya. 

Kepala Bidang Penegahan dan Penindakan (Kabid P2) Kanwil DJBC Kepri, R. Evie, mengatakan penyelundup dijerat Pasal 102 huruf a UU Nomor 17 Tahun 2006 tentang perubahan atas UU Nomor 10 tahun 1995 tentang Kepabeanan. 

"Kami menetapkan nakhoda ketiga kapal sebagai tersangka. Mereka terancam pidana penjara paling singkat satu tahun dan paling lama 10 tahun penjara dan denda paling sedikit Rp50 juta dan paling banyak Rp5 miliar," kata Evie.

Ia menambahkan, perkiraan nilai barang atas tindak kejahatan penyelundupan ini mencapai Rp2,4 miliar. "Adapun kerugian imateriel yakni, merugikan petani dalam negeri dan masuknya penyakit tumbuhan. Para tersangka saat ini ditahan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut," ujarnya.


(UWA)