Pelaku Perdagangan Satwa Dilindungi Diringkus

Budi Warsito    •    Senin, 17 Oct 2016 15:19 WIB
satwa dilindungi
Pelaku Perdagangan Satwa Dilindungi Diringkus
Dir Reskrimsus Polda Sumut Kombes Toga H. Panjaitan didampingi Wadir Krimsus Polda Sumut AKBP Maruli Siahaan saat rilis bagian tubuh satwa di lindungi di Mapolda Sumut, Senin (17/10/2016). (Foto: Metrotvnews.com/Budi Warsito)

Metrotvnews.com, Medan: Undercover Buy yang dilakukan personel Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatera Utara (Sumut), berhasil membongkar praktik perdagangan ilegal bagian tubuh satwa dilindungi.

Tiga orang tersangka yakni, Edy Murdani (37), Sunandar alias Asai (61), dan Budi alias Akheng (34), diamankan saat tengah melakukan transaksi jual beli di Hotel Madani, Jalan SM Raja, Medan. 

"Penangkapan dilakukan pada 14 Oktober 2016 lalu. Transaksi berlangsung di kamar 415," kata Dir Reskrimsus Polda Sumut Kombes Toga H. Panjaitan, di Mapolda Sumut, Senin (17/10/2016).

Dari tangan para tersangka, polisi menyita satu kulit harimau, tiga kilogram kulit trenggiling, kulit ular, tempurung kura-kura dan beberapa alat kelamin menjangan (rusa).

"Kulit harimau dibeli dari Aceh seharga Rp3 juta dan dijual seharga Rp70 juta di Medan. Sedangkan kulit trenggiling dibeli seharga Rp 1juta dan dijual seharga Rp12 juta per kilogram," terang Toga. 

Tersangka Edy mengaku membeli kulit harimau dari seseorang bernama Udin di Kecamatan Tunom, Aceh Jaya. Edy juga mengaku akan menjual bagian tubuh satwa dilindungi itu kepada Sunandar dan Budi. Keduanya pun tertangkap tangan saat melakukan transaksi.

"Beberapa yang dijual memang bukan bagian tubuh hewan dilindungi, tapi itu hanya kamuflase," tambah Toga.

Edy, Sunandar dan Budi, saat ini masih menjalani pemeriksaan di Mapolda Sumut untuk pengembangan lebih lanjut. Ketiganya disangkakan melanggar Pasal 21 ayat (2) huruf d jo Pasal 40 ayat (2) dari UU No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHPidana.

Mereka disangka telah menjual, menyimpan, atau memiliki kulit, tubuh atau bagian-bagian lain satwa yang dilindungi atau barang-barang yang dibuat dari bagian-bagian satwa itu.

"Ancamannya penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 100 juta," tandas Toga.
 


(MEL)