Ribuan Warga Batam Doa Bersama di Masjid Raya

Anwar Sadat Guna    •    Jumat, 25 Nov 2016 12:48 WIB
kerukunan beragama
Ribuan Warga Batam Doa Bersama di Masjid Raya
Suasana doa bersama di Masjid Raya, Batam, Kepri, Jumat (25/11/2016). (Metrotvnews.com/Anwar Sadat Guna)

Metrotvnews.com, Batam: Sekira 5.000 orang mengikuti doa bersama di Masjid Raya Batam, Kepulauan Riau, Jumat 25 November. Acara bertajuk Doa dalam Kebhinekaan untuk NKRI itu mengajak masyarakat tak mudah terprovokasi.

Turut hadir Gubernur Kepri Nurdin Basirun, Wali Kota Batam HM Rudi, Kapolda Kepri Brigjen Pol Sam Budi Gusdian, Danrem 033/Wira Pratama Brigjen TNI Fachri, dan unsur muspida lainnya. 

Selama satu jam lebih, seluruh yang hadir melantunkan zikir dan doa agar masyarakat Kepri hidup damai dan rukun. Kegiatan juga diisi zikir dan istiqosah bersama para ulama dan imam se-Kota Batam.

"Mari bersama-sama bersatu dalam kebhinekaan. Kami juga mengajak untuk saling menjaga toleransi dan menumbuhkan rasa persauaraan," kata Gubernur. 

Ia mengimbau masyarakat tidak terprovokasi oleh isu atau apa pun untuk mengajak dalam aksi 2 Desember nanti. Kapolda juga menyerukan kepada seluruh masyarakat tetap tenang. Situasi Kepri secara keseluruhan, kata dia, aman dan kondusif. 

"Situasi seperti ini mari terus kita jaga bersama," ujarnya. Saat ini baru serikat buruh yang mengajukan surat pemberitahuan aksi. "Mereka ingin berunjuk rasa soal upah," kata Brigjend Sam. Polda Kepri dan TNI tetap akan menyiagakan personel pada 2 Desember nanti. 

Ketua Ikatan Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) Kepri Ustadz Alwi Husein menambahkan, doa, zikir, dan istiqosah hari ini supaya situasi Kepri aman dan damai. Alwi juga mengimbau agar masyarakat dapat menahan diri dan tak melakukan aksi pada 2 Desember nanti.

"Kami juga berharap agar aparat penegak hukum menjunjung rasa keadilan. Hukum harus ditegakkan sebaik-baiknya," ujar Alwi yang juga Imam Masjid Raya Batam. 

Pendiri Persatuan Pemuda Tempatan (Perpat) Kepri Saparuddin Muda mengajak seluruh elemen masyarakat bersatu dan menjaga situasi di Batam dan Kepri tetap kondusif. "Mari bersama-sama menjaga wilayah kita tetap aman," kata Saparuddin.


(SAN)