110 Tenggiling Sitaan Dilepasliarkan

Budi Warsito    •    Rabu, 14 Jun 2017 17:25 WIB
sabu
110 Tenggiling Sitaan Dilepasliarkan
Tenggiling dilepasliarkan di Kawasan Suaka Margasatwa Siranggas, Dairi, Sumatera Utara --MTVN/Budi--

Metrotvnews.com, Medan: Polisi Kehutanan Reaksi Cepat dan Lantamal I Belawan akan melepasliarkan tenggiling yang masih hidup hasil sitaan dari sebuah gudang ‎di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Titi Papan, Kecamatan Medan Deli, Medan, Sumatera Utara, Senin 12 Juni 2017 malam kemarin.

Dari 225 ekor tenggiling yang disita, 110 ekor diantaranya masih dalam keadaan hidup. Sedangkan jumlah yang mati sebanyak 91 ekor dan 24 ekor lainnya telah dikuliti. 

‎"Hari ini akan dilepasliarkan ke Kawasan Suaka Margasatwa Siranggas, Dairi," kata Kepala Balai Penegakan Hukum Linkungan Hidup dan Kehutanan Sumatera, Halasan Tulus‎ di Medan, Rabu 14 Juni 2017. 

Sementara itu, tenggiling yang mati akan dikubur. Sedangkan yang telah dikuliti akan disimpan. Tulus melanjutkan, saat ini para pelaku yang mencoba menyeludupkan tenggiling ini masih dalam pemeriksaan intensif serta pengembangan. 

"Terkait hal ini, kita ada kerja sama (koordinasi) dengan interpol di bidang tumbuhan dan satwa liar," papar Halasan.
 

Baca: 1 Ton Tenggiling Bahan Baku Sabu Disita


Kerjasama dengan interpol dilakukan karena pihaknya mendapatkan informasi, bahwa jaringan para penyelundup tenggiling ini sangat kuat. "Mau kita cari tahu hingga cukongnya. Mudah-mudan hari ini bisa kita laksanakan," tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, penyeledupan tenggiling sebanyak 1 ton berhasil diungkap‎ tim gabungan TNI Angkatan Laut.  Ratusan ekor satwa liar dilindungi itu disita dari sebuah gudang ‎di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Titi Papan, Kecamatan Medan Deli, Medan, Sumatera Utara, Senin 12 Juni 2017 malam.

Rencananya, 1 ton tenggiling ini akan dikirim ke Malaysia secara ilegal melalui jalur laut. 1 ton tenggiling bernilai Rp2,5 miliar itu rencananya akan dijadikan bahan baku pembuat sabu. 

Kulit hewan tersebut akan diolah menjadi sabu di Malaysia dan akan dikirim kembali ke Indonesia setelah menjadi sabu.‎


(ALB)