Ibu Gendong Anak Ditembak

Suami Korban Tak Terbuka Soal Penembakan

Budi Warsito    •    Selasa, 18 Oct 2016 21:36 WIB
penembakan
Suami Korban Tak Terbuka Soal Penembakan
Polisi saat oleh tempat kejadian perkara di Komplek Torganda, Tanjung Selamat, Medan Tuntungan, Kota Medan. Foto: Polrestabes Medan

Metrotvnews.com, Medan: Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Fahrizal mengaku mengalami kesulitan mengungkap motif penembakan yang menewaskan Indri Wahyuni, 27, di Kompleks Torganda, Tanjung Selamat, Medan Tuntungan, Kota Medan, Selasa sore 18 Oktober 2016.

Apalagi, kata dia, Syaiful Rizal, suami korban, tidak terbuka memberikan informasi ke polisi terkait peristiwa itu. "Suaminya tertutup," kata Fahrizal, di Mapolrestabes Medan, Selasa (18/10/2016).

Informasi dari Syaiful sangat diharapkan untuk membuka tabir di balik penembakan. Pasalnya, sebelum peristiwa itu terjadi, ketiga pelaku diduga mencoba menangkap suami korban yang diketahui berasal dari Aceh. 

Saat itu tangan Syaiful yang diketahui bekerja sebagai kontraktor, sudah diborgol para pelaku. Melihat hal itu, Indri yang tengah menggendong anaknya yang masih balita mencoba menghalangi upaya para pelaku. Sempat terjadi cekcok antara pelaku dan Indri sebelum terjadi penembakan.

"Tapi, kita belum tahu pemborong apa dan bisnis apa. Apakah ada utang piutang atau lainnya. Tidak tertutup kemungkinan juga ini terkait kasus narkoba," ucap Fahrizal.

Indri Wahyuni, 27, tewas ditembak di rumahnya di Kompleks Torganda Tanjung Selamat, Medan Tuntungan, Selasa, 18 Oktober 2016 sekitar pukul 13.00 WIB. Indri ditembak di bagian wajah di bawah mata kanan. 

Dia diduga ditembak dengan senjata jenis pistol. Perempuan itu ditembak di hadapan suaminya, Syaiful Rizal. Saat itu, korban diketahui tengah menggendong anaknya.  

Setelah melakukan penembakan, tiga laki-laki langsung kabur dari rumah itu. Mereka menggunakan mobil putih yang diduga Toyota Rush atau Daihatsu Terios. 

Syaiful langsung membawa istrinya yang kritis ke RSUP H Adam Malik menggunakan Mitsubishi Pajero. Namun, nyawanya tak tertolong.


(UWA)