AKP Ichwan Akui Khilaf Terima Uang dari Bandar Narkoba

Farida Noris    •    Selasa, 22 Nov 2016 21:22 WIB
narkoba
AKP Ichwan Akui Khilaf Terima Uang dari Bandar Narkoba
Rumah AKP Ichwan Lubis. Foto: Antara/Irsan Mulyadi

Metrotvnews.com, Medan: Mantan Kepala Satuan (Kasat) Narkotika Polres Belawan, AKP Ichwan Lubis, mengaku khilaf menerima uang Rp2,3 miliar dari bandar narkoba Togiman alias Toge. 

Uang itu diterima Ichwan melalui Tjun Hin agar Togiman tidak dilibatkan dalam sindikat narkotika jaringan internasional yang diungkap BNNP.

Pernyataan itu disampaikan Ichwan di Pengadilan Negeri Medan dalam kasus tindak pidana narkotika dengan agenda mendengarkan keterangan saksi mahkota, Selasa 22 November 2016. Kasus itu mendudukkan empat terdakwa, antara lain Ichwan Lubis, Togiman alias Togi, Tjun Hin alias Ahin, dan Janti.

Ichwan mengaku mendapatkan informasi dari Tjun Hin bahwa Mirawaty alias Achin ditangkap tim BNNP pada 1 April 2016 di kawasan Lotte Mart Jalan Gatot Subroto Medan. Wanita yang merupakan kaki tangan Togiman ini kedapatan memiliki 46 ribu butir ekstasi, sabu 20,5 kilogram, dan pil happy five 600 ribu butir.

"Tjun Hin telepon bahwa BNNP melakukan penangkapan besar sindikat narkotika. Terus Tjun Hin minta tolong agar penangkapan Mirawaty alias Achin tidak melibatkan Togiman. Saya bilang susah. Itu BNN dipimpin bintang III. Tapi saya sebutkan lagi nanti saya kabari," ujarnya.

Baca: AKP Ichwan Lubis dan Berkas TPPU Dilimpahkan ke Kejari Medan

Ichwan berkilah sempat menolak permintaan Tjun Hin lantaran tidak punya teman di BNNP. Tapi Tjun Hin menawarkan akan memberikan sejumlah uang. Bahkan, Tjun Hin langsung menyebutkan rencana mengantar uang Rp2,3 miliar. Namun, Ichwan mencegahnya dengan mematikam telepon seluler miliknya.

"Dia (Tjun Hin) bilang kalau uang operasional bisa disiapkan. Saya jawab akan diupayakan. Ketika HP saya hidupkan lagi, dia bilang mau jalan antar uang ke rumah saya. Saya sempat menahan rencana itu, tapi ternyata dia ke rumah. Yang menerima mertua saya dan uang itu ditaruh di gudang," kata Ichwan.

Ternyata, tindakan Ichwan telah tercium penyidik BNNP. Bahkan, penyidik menelepon perwira polisi ini menanyakan perihal uang itu. Ichwan juga diminta agar mengembalikan uang itu ke Tjun Hin yang juga merupakan kaki tangan Togiman, bandar sabu jaringan internasional.

"Lalu, petugas BNNP meminta uang itu dikembalikan. Saya bilang siap. Saya kembali bekerja seperti biasa. Dan pada 20 April saya dipanggil Propam dan saya mengakui perbuatan saya salah," kata dia.

Baca: AKP Ichwan Minta Rp3 Miliar ke Bandar Narkoba

Sementara itu, Togiman mengaku langsung berhubungan dengan Ahyu yang merupakan warga negara Malaysia yang mengirimkan narkotika jenis sabu, ekstasi, dan happy five yang diatur penjualannya oleh Mirawaty alias Achin dan suaminya Hendy (terdakwa dalam perkara lain). 

"Karena Mirawaty tertangkap, saya menghubungi Tjun Hin dan kemudian meminta bantuan AKP Ichwan Lubis yang saat itu menjabat Kasat Narkoba Polres Belawan agar tidak melibatkan dirinya atas penangkapan tersebut," ucapnya.

Usai mendengarkan keterangan saksi, majelis hakim yang diketuai Erintuah Damanik menunda persidangan hingga 29 November dengan agenda keterangan terdakwa.




(UWA)