Oknum Polisi Terlibat Edarkan 15 Kg Sabu

Media Indonesia    •    Rabu, 23 Jan 2019 10:04 WIB
narkoba
Oknum Polisi Terlibat Edarkan 15 Kg Sabu
ilustrasi Medcom.id

Medan: Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatra Utara membongkar sindikat peredaran narkoba yang melibatkan oknum anggota Polri di Pematangsiantar. Dalam kasus ini mereka menangkap dua tersangka dan barang bukti narkoba sebanyak 15 kg.

Direktur Ditnarkoba Polda Sumut, Kombes Hendri Marpaung, mengatakan kedua tersangka, yakni Brigadir S yang merupakan warga Jalan Sudirman, Kelurahan Sijambi, Kota Tanjung Balai dan AM alias O (21) warga Jalan Yos Sudarso Kota Tanjung Balai.

"Mereka ditangkap di Jl Asahan, Kota Pematangsiantar, pada Minggu 20 Januari," katanya kemarin. 

Hendri mengungkapkan dalam penangkapan tersebut petugas menyita 1 tas warna hitam berisikan 12 bungkus plastik berisi sabu-sabu seberat 12 kg, 1 tas warna putih berisikan 3 bungkus plastik atau 3 kg sabu-sabu, 2 unit telepon genggam, dan 1 unit mobil Toyota Rush. 

Para pelaku akan dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) dan/atau Pasal 112 Ayat (2) Jo, Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman mati.

Penyelundupan 15 kg sabu-sabu dari Malaysia kemarin juga berhasil digagalkan Polres Rokan Hilir Riau. Narkoba yang diproduksi di Tiongkok itu awalnya diselundupkan melalui jalur laut lewat Malaysia. Namun, berhasil digagalkan saat melewati jalur darat di Kabupaten Rokan Hilir, Riau.

"Kami berhasil mengamankan tiga tersangka, yakni AS, JM, dan RH, bersama barang bukti 15 bungkus kemasan sabu-sabu masing-masing seberat 1 kg," jelas Kapolres Rokan Hilir Ajun Komisaris Besar Sigit Adiwuryanto, kemarin.

Peredaran narkoba di Sumatra Selatan juga diakui sudah memprihatinkan. Kapolda Sumsel Irjen Zulkarnain Adinegara mengakui hal itu di sela pemusnahan barang bukti narkoba 2019 di Mapolda Sumsel senilai Rp45 miliar.

Narkoba yang dimusnahkan masing-masing 13,5 kg sabu, 5.550 butir pil ekstasi, dan daun ganja yang disita dari lahan seluas 2 hektare. Barang bukti yang dimusnahkan tersebut merupakan hasil ungkap kasus dari Desember 2018 hingga Januari 2019 dan sudah ada penetapan dari Kejaksaan Negeri Palembang.



(ALB)