BNN Petakan Jalur Diduga Digunakan Sindikat Narkoba

Anwar Sadat Guna    •    Kamis, 08 Mar 2018 18:31 WIB
narkoba
BNN Petakan Jalur Diduga Digunakan Sindikat Narkoba
Selat yang memisahkan Singapura dan Batam, Kepulauan Riau, dok: istimewa

Batam: Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepulauan Riau memetakan jalur yang diduga digunakan sindikat narkoba. Pulau-pulau tak berpenghuni yang berhadapan langsung dengan Selat Malaka pun mendapat atensi. Sebab, pulau-pulau itu rawan menjadi lokasi transit peredaran narkoba.

"Berbagai laporan dan informasi yang kami terima menjadi bahan bagi kami untuk memetakan wilayah atau jalur peredaran narkoba. Dari situ baru kami mengidentifikasi jalur-jalur yang digunakan para sindikat narkoba," ungkap Kepala BNNP Kepri, Richard Nainggolan kepada Medcom.id, Rabu, 7 Maret 2018. 

Umumnya, kata Richard, sindikat narkoba melakukan transaksi di Selat Malaka. Kurir narkoba dari luar negeri dan kurir narkoba di Indonesia bertemu di selat tersebut untuk melakukan transaksi narkoba. 

Dari situ, kata dia, selanjutnya narkoba dibawa masuk ke Indonesia salah satunya melalui perairan Kepri. 
"Kenapa Kepri, karena letaknya yang strategis. Selain dekat dengan Selat Malaka, Kepri juga memiliki banyak pulau kosong (tak berpenghuni) yang bisa menjadi lokasi transit," kata Richard. 

Pulau-pulau inilah yang dijadikan jalur oleh para sindikat agar terhindar dari pantauan aparat keamanan. Setelah itu, kapal membawa narkoba masuk ke Pulau Batam atau Bintan.

Ditambahkan Richard, Batam menjadi salah satu pintu masuk karena ada banyak akses memasukan barang haram itu, di antaranya melalui pelabuhan ilegal atau biasa disebut pelabuhan tikus.

"Ini menjadi atensi kami, berupaya menutup ruang gerak para kurir atau sindikat membawa narkoba masuk ke Batam. Kami terus berkoordinasi dengan Polri, Bea Cukai, dan TNI untuk bersama-sama memberantas peredaran narkiba melalui perairan Kepri," tuturnya. 

Menyusul adanya informasi bahwa Pulau Babi dan Pulau Rupat menjadi gudang penyimpanan narkoba, BNNP Kepri akan menindaklanjuti informasi tersebut. Tidak hanya pada kedua pulau tersebut, tetapi BNNP Kepri akan memantau pergerakan di pulau-pulau lainnya. 

"Ini juga menjadi masukan bagi kami untuk menelusuri lebih jauh ada dua pulau menjadi lokasi penyimpanan narkoba," pungkasnya. 

Pulau Babi terletak di sekitar Pulau Bulan, Batam. Pulau itu berpenghuni dan kegiatan peternakan babi di sana. Jarak tempuhnya dari kota Batam sekitar 2-3 jam perjalanan darat dan dilanjutkan perjalanan angkutan perahu cepat atau speedboat.

Sedangkan letak Pulau Rupat berada di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Pulau seluas 1.524 km persegi ini dihuni sekitar 47 ribu jiwa. Secara administrasi, pulau ini adalah sebuah kecamatan yang masuk dalam wilayah Kabupaten Bengkalis. 

Letaknya cukup strategis karena berbatasan langsung dengan dua negara tetangga, yakni Singapura dan Malaysia. Bahkan bibir pantainya juga berbatasan langsung dengan Selat Malaka, salah satu selat terpadat di dunia sebagai jalur lalu lintas pelayaran internasional. 



(RRN)