Longsor Akibatkan Bangunan Paud di Tambelan Rusak Berat

Anwar Sadat Guna    •    Minggu, 14 Jan 2018 13:49 WIB
longsor
Longsor Akibatkan Bangunan Paud di Tambelan Rusak Berat
Sebuah bangunan di Tambelan, Kepulauan Riau, terendam banjir, Minggu, 14 Januari 2018, dok: istimewa

Batam: Banjir dan tanah longsor melanda empat desa di Kecamatan Tambelan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau, pada Sabtu, 13 Januari 2018. Kantor desa dan bangunan Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) jadi rusak berat.

Robby Patria, warga Desa Teluk Sekuni, mengatakan banjir setinggi pinggang orang dewasa atau kurang lebih satu meter merendam puluhan rumah. Selain itu, banjir juga merendam Desa Batu Batulepok, Desa Hilir, dan Desa Kukup.

"Longsor juga terjadi dan merusak kantor desa dan Paud," ungkap Robby, Minggu, 14 Januari 2018.

Akses jalan antardesa putus. Saat ini, ujar Robby, warga tengah membersihkan material longsor. 

Hingga kini, Robby mengatakan tak ada korban jiwa. Menurut Robby, warga tengah waspada sebab hujan masih mengguyur Tambelan. Air laut pun pasang.

"Banjir semakin tinggi karena air hujan tak bisa mengalir ke laut dikarenakan air laut pasang," jelasnya. 

Robby mengaku tanah longsor dan banjir kali ini merupakan terparah dalam 30 tahun terakhir.

Sementara itu, Nizam, prakirawan BMKG Hang Nadim Batam mengatakan fenomena cuaca hujan diperkirakan bersifat lama meski dengan intensitas ringan. 

Beberapa wilayah di Kepri, kata Nizam, khususnya Anambas dan Natuna masih akan mengalami kondisi tersebut. Fenomena yang terjadi saat ini dinamakan Seruak Dingin atau Cold Surge. 

"Hal ini terjadi akibat adanya tekanan udara yang sangat tinggi di utara sehingga terjadi hembusan angin dari Asia, khususnya China ke selatan. Hembusan angin ini membawa uap air yang cukup banyak sehingga menimbulkan kumpulan awan konvetif di wilayah Indonesia, khususnya Kepri," jelasnya. 



(RRN)