Mantan Wakil Bupati Natuna hanya Pernah Mengeluh Sakit Gigi

Anwar Sadat Guna    •    Selasa, 21 Nov 2017 20:09 WIB
obituari
Mantan Wakil Bupati Natuna hanya Pernah Mengeluh Sakit Gigi
Suasana saat jenazah almarhum Imalko, mantan Wakil Bupati Natuna disemayamkan di rumah duka, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Tanjungpinang: Mantan Wakil Bupati Natuna, Imalko tidak memiliki riwayat penyakit selama menjalani masa tahanan di Rumah Tahanan (Rutan) Tanjungpinang, Provinsi Kepri. Ia hanya pernah mengeluhkan sakit gigi yang dialami beberapa waktu lalu. 

Demikian diungkapkan Ronny Widiatmoko, Kepala Rutan Tanjungpinang dalam keterangannya kepada wartawan terkait meninggalnya warga binaan rutan, Imalko saat menjalani asimilasi, Selasa, 21 November 2017.

"Saudara Imalko tidak memiliki riwayat penyakit yang serius. Yang bersangkutan pernah mengeluh sakit gigi dan saat itu langsung berobat. Selain itu, tidak ada," kata Ronny. 

Ia menyebutkan, selama berada di dalam rutan, aktivitas Imalko sama seperti aktivitas warga binaan lainnya. Sesekali mantan wakil bupati Natuna tersebut juga berolahraga dengan warga binaan lainnya. 

"Pagi tadi saudara Imalko masih kelihatan sehat beraktivitas seperti biasa. Dan sekira pukul 09.00 pagi, kami menerima surat keputusan pembebasan bersyarat dan asimilasi yang harus dijalani warga binaan tersebut," ungkap Ronny.

Surat tersebut dikirimkan Ditjen Hukum dan HAM dan ditandatangani langsung Menteri Hukum dan HAM RI. "Surat dikirim via email ke kami dan langsung kami proses," ujarnya. Seluruh proses administrasi selesai sekira pukul 11.22 WIB.

Dikatakan Ronny, warga binaan rutan, Imalko menempati ruang tahanan di Blok Penyengat. Ruang tahanan tersebut diisi sekira tujuh orang. Seluruh warga binaan di ruang tersebut merupakan tahanan kasus korupsi. "Khusus bagi tahanan kasus tindak pidana korupsi (tipikor)," jelasnya. 

Ronny menyatakan bahwa pihaknya sedang menghimpun informasi dan data pendukung lainnya terkait meninggalnya warga binaan bernama Imalko. Informasi, data, dan keterangan yang dihimpun akan dikemas dalam satu bentuk laporan dan diteruskan ke Kemenkum HAM. 

"Laporan tersebut nantinya dilengkapi kronologi kejadian. Kami melakukan ini karena saudara Imalko masih berstatus warga binaan yang sedang menjalani asimilasi," ujarnya. 

Diberitakan sebelumnya, mantan Wakil Bupati Kabupaten Natuna, Imalko yang baru menjalani proses asimilasi dalam kasus tindak pidana korupsi, meninggal, Selasa, 21 November 2017 sekitar pukul 12.00 WIB. 

Informasi yang dihimpun Metrotvnews.com, Imalko meninggal sesaat setelah tak sadarkan diri ketika bermain bersama anaknya di rumahnya, KM 8, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Sekadar diketahui, Imalko sebelumnya terjerat kasus dugaan korupsi karena terlibat dalam memberikan kebijakan dana Bansos tahun 2011-2013 kepada LSM Badan Perjuangan Migas Kabupaten Natuna (BPMKN).

Dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi tersebut, Imalko dihukum 1 tahun enam bulan penjara dikurangi masa tahanan selama menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Tanjungpinang. 

Terdakwa kala itu juga didenda Rp50 juta subsider enam bulan penjara. "Warga binaan tersebut telah menjalani hukuman sekira satu tahun dan pada April 2018 mendatang sudah dinyatakan bebas," kata Ronny Widiatmoko.


(ALB)