Masyarakat Batam Keluhkan Kelangkaan Premium

Anwar Sadat Guna    •    Rabu, 29 Nov 2017 18:16 WIB
stok bbm
Masyarakat Batam Keluhkan Kelangkaan Premium
Ilustrasi ANTARA FOTO/Fanny Octavianus

Batam: Masyarakat Batam mulai mengeluhkan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium yang terjadi beberapa hari terakhir. Di beberapa SPBU, premium sulit didapat sehingga masyarakat beralih menggunakan pertalite dan pertamax. 

"Beberapa hari ini agak susah dapatnya, bang. Sehingga mau nggak mau terpaksa beli pertalite. Memang selisih harganya enggak jauh beda," kata Iwan, warga kompleks Botania, Batam Centre, Kota Batam, Rabu, 29 November 2017.

Iwan bersama warga lainnya antre untuk membeli pertalite di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kawasan Bida Asri. Dana, warga lainnya mengaku, premium di beberapa SPBU saat ini lebih cepat habis dibandingkan hari-hari sebelumnya. 

"Kalau sudah menjelang sore, SPBU cepat habis, sehingga pilihannya adalah pertalite atau pertamax. Tapi enggak tentu juga, kadang pagi tak ada tetapi sore baru ada," ujarnya. 

Salah seorang pengelola SPBU No 14.294.742, Baloi, Kota Batam, mengaku, sejauh ini pasokan premium dari Pertamina masih lancar. Hanya saja, kuota yang diajukan terkadang tidak sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan. 

"Misalnya, kami mengajukan 16 ton premium per hari, tetapi yang dipenuhi hanya 8 ton. Mau tak mau kami hanya bisa memenuhi kebutuhan konsumen sebanyak 8 ton per hari. Sehingga hal ini yang membuat premium cepat habis di SPBU," ujar pengelola yang enggan disebutkan namanya. 

Ia mengaku, terbatasnya kuota yang diberikan Pertamina tersebut sudah mulai terasa ketika pertalite mulai diperkenalkan kepada masyarakat. "Meski dari segi harga masih sedikit mahal, tetapi kualitas pertalite lebih bagus dan ramah lingkungan," ujarnya. 

Saat ini premium dijual seharga Rp6.450 perliter, sedangkan pertalite Rp7.900 perliter. Asmi, petugas SPBU no 14.294.744, Lubukbaja, Kota Batam juga mengakui, ketersedian premium di SPBU masih terpenuhi. Hanya saja, kadang sulit memastikan jadwal pasokan premium tersebut datang. 

"Selain itu, BBM jenis premium ini cepat habis. Jam 08.00 pagi masuk, sore atau malam sekira pukul 20.00 sudah habis. Pilihan pengendara terpaksa pertalite atau pertamax," tuturnya. 

Asmi tidak mengerahui secara detil apakah pasokan premium ke SPBU-nya mengalami pengurangan aau tidak. "Kalau soal angka, kami harus kroscek data dulu," ujarnya. 

Sementara itu, Rudi Arifianto, Manejer Humas Pertamina Wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), mengatakan bahwa tidak ada pengurangan pasokan premium di wilayah Kepulauan Riau (Kepri) maupun Kota Batam. Pasokan di wilayah ini, kata Rudi, masih normal.

"Sebenarnya pasokan premium di Batam masih cukup tersedia. Untuk bahan bakar khusus (BBK) seperti pertamax dan pertamax turbo presentasenya 43%, sedangkan premium sebedar 57%. Jadi masih tinggi," jelasnya.

Bahkan untuk wilayah Kepri, tambah Rudi, presentase pasokan atau distribusinya mencapai 60-70%. "Jadi sama sekali tidak ada pengurangan. Terjadinya kelangkaan mungkin dikarenakan masalah distribusi yang sedikit terhambat," ujarnya. 

Pihaknya memastikan bahwa tidak ada pengurangan kuota BBM jenis premium di Batam dan sekitarnya. "Pertamina tetap akan memasok premium meski saat ini kami juga secara intens memperkenalkan pertalite bagi para pengguna kendaraan di Batam," pungkasnya. 


(ALB)