Ribuan Karung Bahan Peledak Gagal Diselundupkan di Batam

Anwar Sadat Guna    •    Jumat, 23 Sep 2016 18:31 WIB
penyelundupan
Ribuan Karung Bahan Peledak Gagal Diselundupkan di Batam
Ilustrasi bahan peledak, Ant

Metrotvnews.com, Batam: Aksi penyelundupan 2.500 karung bahan peledak atau ammonium nitrate asal Malaysia berhasil digagalkan jajaran Bea dan Cukai Kepri, baru-baru ini. Bahan itu rencananya akan dikirim ke Pulau Raja, Indonesia. 

Kepala Kanwil Ditjen Bea dan Cukai Kepri, Parjiya, mengatakan, upaya pemyelundupan bahan berbahaya tersebut digagalkan Bea dan Cukai saat kapal motor (KM) Hikma Jaya melintas di perairan Pangibu, Kepri. 

Kapal patroli BC 7006 yang dikomandani Tatang, ungkap Parjiya, mencurigai barang muatan yang diangkut KM Hikma Jaya. "Tim kami mengejar dan memberhentikan kapal itu. Setelah diperiksa, ternyata membawa ribuan karung ammonium nitrate," kata Parjiya, Kamis (22/9/2016). 

Nakhoda kapal berinisial AA, 54, yang diperiksa petugas tak bisa menunjukkan manifes kapal. Parjiya menjelaskan, hasil pemeriksaan awal, 2.500 karung bahan peledak itu diangkut dari Pelabuhan Stulang Laut, Malaysia. 

"Tim kami masih menelusuri pemilik ammonium nitrate tersebut. Jumlah yang disita 2.500 karung ukuran 25 kg. Nilai barang tersebut sekira Rp8,1 miliar," jelasnya. Ia menambahkan, modus kejahatan yang dilakukan para tersangka cukup lihai. 

Nakhoda bersama ABK dan buruh angkut mencoba mengelabui petugas dengan cara membungkus bahan peledak itu memakai karung plastik bertuliskan Mitsubishi Japan. "Pelaku menggunakan dua kemasan. Kemasan luar dibungkus karung Mitsubishi Japan, sedangkan kemasan dalamnya bertuliskan Ammonium Nitrate," tambah Parjiya. 

Atas perbuatannya, para tersangka.yakni nakhoda dan 10 ABK dijerat dengan pasal 162 huruf (a) UU No 17 tahun 2006 tentang Kepabeanan. Ancaman hukumannya 10 tahun penjara dan denda paling banyak Rp5 miliar. "Kapal berikut barang bukti dan ABK diamankan di dermaga Kanwil Ditjen Bea dan Cukai Kepri di Tanjungbalai Karimun," pungkasnya. 


(RRN)