40 Imigran asal Bangladesh Dideportasi

Anwar Sadat Guna    •    Kamis, 06 Sep 2018 13:28 WIB
deportasi
40 Imigran asal Bangladesh Dideportasi
ilustrasi Medcom.id

Pekanbaru: Puluhan imigran asal Bangladesh dideportasi petugas Imigrasi Pekanbaru, Kamis, 6 September 2018. Seluruh imigran tersebut diterbangkan ke Jakarta untuk diserahkan ke Ditjen Imigrasi Kemenkum HAM untuk selanjutnya dideportasi ke negara asalnya. 

Kepala Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Pekanbaru Yunior Sigalingging mengatakan jumlah seluruh imigran Bangladesh yang akan dideportasi sebanyak 40 orang. Penyerahan mereka ke Ditjen Imigrasi Jakarta dilakukan dua tahap.   

Penyerahan tahap pertama, kata Yunior, dilakukan pada 4 September 2018. Sebanyak 20 imigran Bangladesh diterbangkan ke Jakarta menggunakan pesawat Garuda Indonesia (GA) 175 sekitar pukul 11.00 WIB. 

"Sisanya, yakni 20 imigran diserahkan hari ini. Mereka diterbangkan ke Jakarta untuk diserahkan ke Ditjen Imigrasi, menggunakan pesawat Garuda Indonesia (GA) 177, sekitar pukul 11.00 WIB," ujar Yunior kepada Medcom.ID, Kamis, 6 September 2018. 

Pemulangan 40 imigran tersebut dikawal petugas Imigrasi, Rudenim, dan Kantor Wilayah (Kanwil) Imigrasi Provinsi Riau. Dikatakan Yunior, penyerahan 40 imigran tersebut untuk mempercepat proses pendeportasian mereka ke Bangladesh. 

"Pendeportasian puluhan imigran ini perlu difasilitasi, terutama dari Kedutaan Besar (Kedubes) Bangladesh di Jakarta, untuk menyiapkan tiket mereka pulang ke Bangladesh," ujar Yunior. Dari total 40 imigran tersebut, 31 orang di antaranya diserahkan oleh Lanal Dumai dan sembilan orang lainnya dari Kantor Imigrasi Pekanbaru. 

Ditambahkan Yunior, saat ini masih terdapat belasan imigran di Rudenim Pekanbaru. Sebanyak 14 orang di antaranya adalah pencari suaka dari beberapa negara. Mereka rencananya akan dipindahkan ke tempat penampungan Rudenim Medan mengingat kamar di lokasi penampungan imigran di Rudenim tersebut masih tersedia. 

"Mulai 31 Desember 2018 mendatang seluruh imigran, pencari suaka, dan pengungsi tidak boleh ditempatkan di Rudenim lagi, tetapi di lokasi penampungan milik daerah," pungkasnya. 

Terdapat 13 Rudenim di Indonesia. Di antaranya, di Medan, Pekanbaru, Tanjungpinang, Batam, Jakarta, Semarang, Surabaya, Pontianak, Manado, Denpasar, Kupang, dan Papua. 


(ALB)