Dua Hari Jelajah Desa, Kemendes PDTT Salurkan Dana Lebih dari Rp2,5 Miliar

M Studio    •    Senin, 11 Jun 2018 11:36 WIB
Berita Kemendes PDTT
Dua Hari Jelajah Desa, Kemendes PDTT Salurkan Dana Lebih dari Rp2,5 Miliar
Tim Jelajah Desa Kemendes PDTT melihat langsung jembatan Katiagan yang dibangun dari dana desa, di Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, Minggu, 10 Juni 2018 (Foto:Dok)

Pasaman: Tim Jelajah Desa Kementerian  Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Silaturahmi ke Nagari dan Ramadan Berbagi di Sumatera Barat, mengakhiri perjalanan hari kedua di Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, Minggu, 10 Juni 2018.

Rangkaian kegiatan hari kedua ditutup dengan dialog bersama pendamping desa, tenaga ahli, dan pendamping lokal desa se-Kabupaten Pasaman. 

Pada hari kedua Jelajah Desa, rombongan menuju Katiagan yang berjarak sekitar 120 kilometer dari Simpang Ampek. Perjalanan yang diperkirakan sekitar dua jam tersebut, menempuh rute berat karena hanya bisa ditempuh kendaraan bergardan ganda. 

Di lokasi itu rombongan yang dipimpin H Febby Datuk Bangso, Staf Khusus Kemendes PDTT yang juga putra Sumatera Barat, melihat langsung jembatan Katiagan yang dibangun dari dana desa, sekaligus berdialog dengan masyarakat setempat. Kehadiran jembatan sepanjang 182 meter itu sangat membantu mobilitas warga.

"Dahulu untuk menghubungkan Jorong Katiagan dan Jorong Mandiangin butuh waktu sehari dengan biaya Rp200 ribu sekali jalan. Sekarang, hanya perlu waktu 10 menit," kata Kepala Jorong Mandiangin Lesfi Siska. 

Ia juga menceritakan banyak persoalan yang dialami warga. Tak terhitung banyaknya warga setempat yang terpaksa melahirkan di atas perahu. 



Selesai di Katiagan, rombongan Jelajah Desa memutuskan menunda rencana ziarah ke Sasak,  mengingat kondisi yang tak memungkinkan. "Jika kita ke Sasak, kasihan warga yang sudah menunggu di Sinuruik," kata H Febby Datuk Bangso. 

Di Nagari Sinuruik, tim Jelajah Desa berbagi dengan masyarakat Sinuruik, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat. 

Di Sinuruik,  hasil inovasi desa dikembangkan sebuah kawasan untuk obyek wisata. Masyarakat menyebutnya Kampung Pelangi, yang diresmikan Datuk Febby, saat kunjungan tersebut. 

Menariknya, di Kampung Pelangi yang sebenarnya masih bernama kampung Sinuruik, Nagari Sinuruik, terdapat kolam ikan larangan. Saat ini, setiap sore di kolam ikan yang airnya mengalir deras, banyak yang berenang dan bermain dengan ikan. 

Sehari sebelumnya, tim Jelajah Desa menyalurkan sedikitnya Rp2,5 miliar. Sehari kemudian, menyerahkan bantuan Usaha Ekonomi Masyarakat Rp150 juta di Sinuruik,  serta motor trailer untuk pendamping desa di Mapattunggul Selatan. 



"Bantuan diberikan untuk mendorong percepatan pembangunan di desa sehingga memperkuat bangsa," kata Datuk Febby. 

Bantuan yang diberikan, beragam bentuk. Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Padang mendapat bantuan Rp750 juta, diperuntukkan pada sektor penelitian dan pengembangan Badan Usaha Milik Nagari (Bumnag). 



Kanagarian Sungai Buluh Timur, Kabupaten Padangpariaman, memeroleh bantuan untuk Bumnag sebesar Rp50 juta ditambah paket Usaha Ekonomi Masyarakat (UEM) Rp 150 juta. 

Di Kanagarian Pakandangan, KaKaybupaten Padangpariaman, juga diberikan bantuan Rp300 juta untuk paket UEM, dan untuk Bumnag Pakandangan Emas Rp50 juta. 

Pendamping lokal desa Padangpariaman dan Kota Pariaman juga diberikan Rp1 miliar untuk budi daya kelapa di Padangpariaman, serta bantuan UEM sebesar Rp90 juta untuk kelompok tani di Kota Pariaman.


(ROS)