BPJS Kesehatan Utang ke Rumah Sakit

RS di Palembang Harus Berutang Tutupi Biaya Operasional

Alwi Alim    •    Kamis, 23 Nov 2017 17:45 WIB
bpjs kesehatan
RS di Palembang Harus Berutang Tutupi Biaya Operasional
Ilustrasi: Metrotvnews.com / Rhobi Shani

Palembang: Tunggakan pembayaran klaim dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan berdampak pada beberapa Rumah Sakit di Palembang. Salah satunya Rumah Sakit Muhammad Hoesin (RSMH) Palembang yang terpaksa berutang

Ketua Badan Pengawas RSMH Palembang, Sudarso mengakui tidak mengetahui pasti besaran piutang RSMH dari BPJS Kesehatan. Namun, menurutnya piutang ini sudah mencapai puluhan miliar.

"Mungkin sudah di atas Rp65 miliar hutang BPJS Kesehatan kepada RSMH," katanya saat dikonfirmasi Metrotvnews.com, Kamis, 23 November 2017.

Piutang yang besar membuat RSMH harus mencari cara menutupi biaya operasional. Di antaranya berutang ke pihak atau intansi penyedia seperti obat. Lantaran, pihaknya tidak mungkin untuk mengurangi penyediaan obat.

(Baca: Klaim Pembayaran BPJS Kesehatan di Semarang Telat)

Ketika piutang tersebut dibayarkan maka pihaknya langsung akan membayarkan hutang kepada pihak ketiga tersebut. "Kami pihak RS berhutang dulu untuk pembelian obat, dan lain sebagainya agar tidak terjadi kekosongan," terangnya.

Selain piutang BPJS Kesehatan, piutang juga terjadi pada Jamsoskes Semesta Sumsel atau jaminan sosial yang merupakan program Pemprov Sumsel. Lantaran, setiap tahun Pemprov hanya menyediakan dana Rp50 miliar untuk satu tahun. Sedangkan operasional Jamsoskes Semesta Sumsel menghabiskan Rp8 miliar per bulan.

(Baca: Penyebab BPJS Kesehatan Defisit Triliunan Rupiah)

Artinya, dana Rp50 miliar tersebut hanya mencukupi sekitar tujuh sampai delapan bulan. "Sisanya itu baru akan dibayarkan tahun depan. Jadi untuk kekurangan sementara itu ditutupi dengan cara berhutang juga," ujarnya.

Karena itu, ia berharap baik BPJS Kesehatan maupun Jamsoskes Semesta Sumsel dapat membayar piutang tersebut. Jika tidak, biaya operasional, baik pembayaran dokter dan juga pembayaran hutang obat, akan terganggu.

"Baru-baru ini yang sudah membayar Pemprov, dimana piutang yang dibayarkan sebesar Rp47 miliar. Untuk total hutang Jamsoskes sendiri saya tidak terlalu mengingatnya," pungkas Sudarso.


(SUR)