Penumpang dan Pramugari Jadi Korban Turbulensi Pesawat

Budi Warsito    •    Rabu, 25 Oct 2017 15:27 WIB
kecelakaan pesawat
Penumpang dan Pramugari Jadi Korban Turbulensi Pesawat
Pesawat terbang, MTVN - M Rizal

Metrotvnews.com, Medan: Penumpang dan pramugari menjadi korban ketika pesawat Batik Air dalam perjalanan menuju Bandara Internasional Kualanamu Deli Serdang, Medam, Sumatera Utara. Keduanya dirawat di RS Grand Medistra Deli Serdang.

Public Relation Lion Air Group Ramaditya Handoko mengatakan penumpang bernama Hoen Tjeng Ke. Penumpang mengalami patah tulang. Sedangkan awak kabin atau pramugari yang mengalami patah kaki yaitu Sasi Yuni Triastuti,

"Kedua korban langsung dirujuk ke Rumah Sakit Grand Medistra untuk dilakukan perawatan lanjutan," ujar Rama melalui sambungan telepon kepada Metrotvnews.com, Rabu 25 Oktober 2017.

Rama mengatakan pesawat Batik Air PK-LBY jenis Boeing 737-800 NG mengalami masalah penerbangan. Kemarin sore, pesawat terbang dari Bandara  Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Pesawat sedianya mendarat di Kualanamu sekira pukul 17.33 WIB. Pesawat mengangkut 114 penumpang dan 7 awak.

"Pada saat sedang terbang di wilayah udara Kabupaten Tobasa, pesawat mengalami guncangan yang cukup kuat dalam cuaca yang tidak berawan atau dikenal dengan istilah Clear Air Turbulance," jelasnya.

Batik Air mengalami turbulensi pada ketinggian 20.000 kaki atau sekitar 6 Km di atas permukaan laut. Meski demikian, pesawat yang diterbangkan pilot Captain Rizky Nusa itu mendarat sempurna di Kualanamu.

Rama menjelaskan Clear Air Turbulance (CAT) adalah jenis goncangan yang kejadiannya tidak terkait dengan kehadiran awan. Pesawat terbang baiasanya mengalami guncangan saat melintas daerah berawan dan jarang mengalami guncangan pada saat terbang di cuaca tidak berawan.

"Namun tidak dengan CAT. Pesawat justru mengalami guncangan pada ruang udara yang tidak berawan dan tanda-tanda untuk kejadian seperti ini belum dapat dideteksi oleh instrument pesawat," ungkapnya.

Rama mengatakan akan tetap melakukan penanganan secara maksimal terhadap kepada penumpang dan awak yang cedera. Perusahaan juga menjamin pelayanan, keselamatan, kenyamanan, dan keamanan penumpang.

Pesawat tidak Rusak

Branch Communication and Legal Manager Bandara Kualanamu, Wisnu Budi Setianto mengatakan turbulensi terjadi saat pesawat berada di atas Danau Toba. Otoritas bandara sudah mengecek kondisi pesawat.

"Kami tak menemukan kerusakan. Bahkan pesawat sudah terbang kembali mengangkut penumpang ke Jakarta," kata Wisnu.

Pesawat mengalami turbulensi pada saat 20 menit memasuki wilayah Kualanamu. Wisnu menegaskan turbulensi terjadi akibat faktor alam. Biasanya turbulensi terjadi saat hujan dewas dan angin kencang.



(RRN)