Kapal Rusak, 200 Penumpang Sabang Telantar 6 Jam di Pelabuhan

Nurul Fajri    •    Selasa, 08 Nov 2016 21:09 WIB
transportasi laut
Kapal Rusak, 200 Penumpang Sabang Telantar 6 Jam di Pelabuhan
Ilustrasi/Metrotvnews.com

Metrotvnews.com,  Banda Aceh: Ratusan penumpang KMP Tanjung Burang tujuan Sabang telantar lebih dari enam jam di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh. Mereka tidak bisa menyeberang lantaran kapal mengalami kerusakan mesin.

Amatan Metrotvnews.com, para penumpang yang sudah terlebih dahulu berada di atas kapal mau tidak mau harus menunggu petugas memperbaiki mesin kapal. Namun, sebagian ada yang memilih membatalkan keberangkatannya. Bahkan, ada juga yang beralih menggunakan kapal cepat.

Salah seorang penumpang, Ima Safitri, mengaku sudah berjam-jam berada di atas kapal. Dia memilih menunggu kapal ferry tersebut diperbaiki lantaran tidak punya dana lebih untuk membeli tiket kapal cepat yang harganya dua kali lipat. 

Kerusakan kapal tersebut, ujar dia, sangat menyusahkan warga Sabang, terutama pedagang yang sering bepergian ke Banda Aceh.

"Kami selaku warga Sabang meminta pemerintah menyediakan kapal yang bagus untuk penyeberangan. Jangan kapal yang sebentar-bentar rusak," tutur Ima kepada Metrotvnews.com, Selasa (8/11/2016).

Kapal yang mengangkut 200 penumpang tersebut harusnya berlayar pada pukul 14.00 WIB. Namun pelayaran ditunda selama hampir enam jam karena ada kerusakan pada pompa gendong di mesin induk.

Kepala Supervisi Lintasan Banda Aceh-Balohan, Husaini, mengatakan perbaikan pompa gendong butuh waktu lama. Dia mengatakan, saat tahu ada kerusakan di bagian mesin, pihaknya langsung membawa ke bengkel untuk diperbaiki. Proses itu sendiri, kata dia, memakan waktu tiga jam.

"Alhamdulillah setelah diperbaiki tidak ada masalah lagi," ujar dia.

Husaini menuturkan kapal KMP Tanjung Burang ini masih layak berlayar. Kapal ini menjadi satu-satunya kapal pengangkut penumpang dan kendaraan dari Banda Aceh ke Sabang dan sebaliknya. 

Sebelumnya, ada dua unit kapal ferry yang dipakai untuk sarana transportasi laut ini. Namun, satu kapal lagi hingga kini masih dalam perbaikan.


(UWA)