Korban Kapal Tenggelam Ingin Pulang Pakai Pesawat

Anwar Sadat Guna    •    Sabtu, 05 Nov 2016 09:49 WIB
kapal tenggelam
Korban Kapal Tenggelam Ingin Pulang Pakai Pesawat
Proses identifikasi korban kapal tenggelam di Posko DVI RS Bhayangkara Polda Kepri, Jumat (4/11/2016). Foto: Metrotvnews.com/Anwar Sadat

Metrotvnews.com, Batam: Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengutus perwakilannya ke Batam untuk mengurus kepulangan 24 warganya yang menjadi korban kapal tenggelam di perairan Tanjungbemban, Kecamatan Nongsa, Batam, Kepulauan Riau. 

Adalah Ismail Marzuki, Sekretaris Dinas Sosial Provinsi NTB, yang mendapat kepercayaan dari gubernur NTB untuk mendata dan membantu proses pemulangan puluhan warganya yang menjadi korban tragedi Nongsa. 

"Warga kami yang terbanyak menjadi korban dalam peristiwa ini. Totalnya 24 orang, 23 laki-laki dan satu perempuan," kata Ismail kepada wartawan di Posko DVI RS Bhayangkara Polda Kepri, Jumat (4/11/2016).

Kedatangannya ke Batam untuk mendata sekaligus memberikan keterangan guna memudahkan Tim DVI mengidentifikasi para korban, khususnya dari NTB.

Ismail mengaku telah bertemu dengan beberapa korban selamat di shelter Dinsos Batam di Nongsa. Mereka menyatakan keinginannya agar segera pulang ke kampung halaman di NTB. 

"Para korban berharap agar pemerintah dapat memfasilitasi pemulangan menggunakan pesawat karena mereka trauma bila menggunakan kapal laut. Hal ini sudah kami sampaikan ke gubernur dan BNP2TKI," kata Ismail. 

Ia menuturkan ada sekira 1 juta warga NTB yang bekerja di luar negeri, termasuk Malaysia. Para TKI tersebut ada yang berangkat secara legal dan ilegal. 

Keberangkatan secara legal, tutur Ismail, difasilitasi Pengerah Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) resmi, namun banyak juga individu yang mendatangi langsung warga NTB dan membujuk agar mau bekerja di luar negeri.

"Umumnya warga yang berangkat adalah petani. Mereka dibujuk dan diiming-imingi bekerja di luar negeri dengan gaji tinggi. Tetapi sesampainya di luar negeri, pekerjaaan tidak sesuai dengan yang dijanjikan," ujarnya. 

Ismail berharap proses identifikasi terhadap para korban meninggal dapat berjalan lancar dan pihaknya dapat segera memulangkan 24 warga NTB ke kampung halamannya.

 


(UWA)