Pengusaha Tambang Simpan Senpi dan Ratusan Peluru

Budi Warsito    •    Senin, 07 Nov 2016 18:36 WIB
senjata api
Pengusaha Tambang Simpan Senpi dan Ratusan Peluru
Barang bukti senjata api dan senapan angin serta senjata tajam yang disita dari rumah Supriyanto ditampilkan dalam gelar kasus di Mapolda Sumut, Senin (7/11/2016). (Metrotvnews.com/Budi Warsito)

Metrotvnews.com, Medan: Kerap kali membuat resah warga, Supriyanto, 42 dicokok personel Ditreskrimum Polda Sumatera Utara. Polisi menemukan berbagai jenis senjata api alias senpi tak berizin di rumah pengusaha bidang pertambangan itu.

Supriyanto diringkus di rumahnya di Jalan Brigjen Zein Hamid, Titi Kuning, Medan Johor. Ia dilaporkan oleh masyarakat sekitar rumahnya yang tak nyaman dengan suara letusan yang terdengar dari dalam rumah tersangka. 

"Kami mendapat informasi dari warga ada kepemilikan senjata ilegal di daerah mereka. Dari rumah itu kerap terdengar letusan senjata," jelas Direskrimum Polda Sumut Kombes Nurfallah saat memaparkan kasus tersebut di Mapolda Sumut, Senin (7/11/2016).

Polisi menggeledah rumah Supriyanto pada Kamis, (3/11/2016). Dari rumah itu, polisi menemukan berbagai jenis senjata tajam seperti dua bilah katana, mandau, lading Aceh, dan sangkur. Selain itu juga ditemukan senapan angin dan senjata api jenis Baretta beserta ratusan butir peluru hampa. 

Petugas juga menemukan sejumlah airsoft gun dari hasil pengembangan di rumah tersangka yang berada di Jalan Eka Warni, Medan. Seluruh senjata itu pun tak memiliki izin.

"Masih kita lakukan pemeriksaan. Nanti kita sampaikan dari mana yang bersangkutan mendapatkan senjata-senjata ini," tutur Nurfallah.

Dalam kesempatan yang sama, Supriyanto mengaku mendapatkan senjata api dari berbagai pihak. Sedangkan senpi jenis Baretta beserta seratus butir peluru hampa dibelinya seharga Rp7,5 juta sewaktu berada di Aceh pada Desember 2015. 

"Saya belinya dari teman, ada yang anggota TNI. Ada yang kenang-kenangan dan juga dari online," jelas Supriyanto.

Dia mengaku berbagai jenis senpi dan sajam itu hanya untuk koleksi dan pajangan. Dia mengklaim, senjata-senjata itu belum pernah digunakan untuk tindak kejahatan.

Kepala Tim Khusus Ditreskrimum Polda Sumut AKBP Sandy Sinurat menambahkan, berdasarkan pemeriksaan tersangka, senjata tersebut digunakan untuk alasan keamanan.

Senjata-senjata tersebut digunakan untuk berjaga-jaga di dalam lingkungan rumah karena dia sering pergi ke Aceh untuk mengecek lokasi tambangnya. 

"Kami juga cari tahu dananya dari mana," tegas Sandy.

Supriyanto dijerat Pasal 1 Ayat 1 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman mati.


(SAN)