Polda Tangkap Penanggung jawab Kapal Tenggelam Pengangkut TKI

Anwar Sadat Guna    •    Kamis, 03 Nov 2016 17:18 WIB
kapal tenggelam
Polda Tangkap Penanggung jawab Kapal Tenggelam Pengangkut TKI
Petugas mengevakuasi korban meninggal tenggelamnya kapal yang mengangkut sejumlah tenaga kerja Indonesia (TKI) di Teluk Mata Ikan, Batam, Kepulauan Riau, Selasa (2/11). (Ant/M N Kanwa)

Metrotvnews.com, Batam: Jumlah korban selamat kapal tenggelam di perairan Tanjungmemban, Kecamatan Nongsa, Batam, bertambah menjadi 41 orang. Dua orang merupakan ABK kapal yang melarikan diri dalam peristiwa tersebut. 

Kapolda Kepri Brigjen Sam Budugusdian mengatakan, dari kedua ABK tersebut, seorang di antaranya berinisial D telah ditangkap polisi ketika dievakuasi ke darat. Sementara, satu orang lainnya melarikan diri. 

"Ada tiga orang ABK kapal. Satu orang telah diamankan inisial D, satu lagi dalam pengejaran inisial AR, dan seorang ABK lainnya yakni HR belum diketahui keberadaannya. Namun yang dipastikan sudah selamat baru dua orang," kata Sam kepada wartawan di RS Bhayangkara Polda Kepri, Kamis (3/11/2016).

Baca: Kemenhub Kirim Tiga Kapal Patroli Cari Korban Kapal Tenggelam di Batam

D, kata Sam, merupakan penanggung jawab keberangkatan TKI dari Malaysia ke Batam. Kapal itu mengangkut sekitar 98 penumpang dan 3 ABK. D ditangkap ketika sudah berada di darat.

Direktur Reskrimum (Direskrimum) Polda Kepri Kombes Eko Puji Nugroho menambahkan, total ada lima orang yang kini dalam pengejaran pihak kepolisian. Mereka adalah ABK yang belum tertangkap, termasuk tekong dan pemilik kapal. 



Kelimanya, kata Eko, diduga memiliki peran dalam pemulangan secara ilegal para TKI dari Malaysia ke Indonesia. "Lima orang ini sedang dalam target pencarian kita. Termasuk pemilik kapal," ungkap Eko kepada Metrotvnews.com saat mendampingi Kapolda di RS Bhayangkara. 

Kapal cepat yang mengangkut TKI ilegal tenggelam di perairan Tanjungmemban, Teluk Mata Ikan, Nongsa, Kota Batam, Rabu (2/11/2016) sekira pukul 05.00.

Akibat kejadian tersebut, 18 penumpang ditemukan meninggal dan 41 orang selamat, dan puluhan penumpang lainnya belum ditemukan. Tim evakuasi yang dipimpin Basarnas Kepri hingga saat ini masih melakukan pencarian.


(SAN)