Kronologi Aksi Koboi PNS di Mapolresta Medan

Budi Warsito    •    Rabu, 07 Sep 2016 18:49 WIB
penembakan
Kronologi Aksi Koboi PNS di Mapolresta Medan
Ilustrasi

Metrotvnews.com, Medan: Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Porlesta Medan Kompol Fahrizal menceritakan apa yang memicu TS, oknum pegawai negeri sipil (PNS), mengumbar tembakan di Markas Polresta Medan, Sumatera Utara, pada Selasa 6 September 2016.

"Awalnya dia kesal karena telah mengeluarkan uang Rp800 ribu kepada calo untuk mengurus SIM (surat izin mengemudi), tapi SIM tak kunjung jadi," kata Fahrizal, Rabu (7/9/2016).

Kekesalannya bertambah karena oknum calo itu tak bisa dihubungi. TS kemudian mencari calo tersebut ke Mapolresta Medan. Calo yang kemudian diketahui bernama Bayu Syahputra itu akhirnya mampu dipergoki TS. Terjadi cekcok saat itu dan langsung dilerai Alamsyah, adik Bayu.

Merasa dikeroyok oleh kakak beradik, TS kemudian mengancam keduanya dengan airsoft gun. TS lalu melepaskan tembakan itu ke arah Alamsyah. Total lima tembakan yang dia umbar, tiga terkena Alamsyah dan sisanya terkena mobil. Petugas Polresta Medan langsung menangkapnya saat itu.

"Orang yang diduga calo itu (Bayu) juga sudah kita periksa. Tapi, dalam kapasitas sebagai saksi," kata dia.

Fahrizal mengatakan polisi belum mendalami kasus penipuan dan percaloan SIM. "Nanti, katanya, TS mau buat laporan. Kita tunggu saja. Tapi sejauh ini belum ada. Sehingga, kasus penipuan dan percaloan itu kita tangani sekadarnya," katanya.

TS dijerat Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dan Pasal dalam Undang-Undang darurat terkait kepemilikan dan penyalahgunaan senjata. Ancamannya di atas lima tahun penjara.


(UWA)