Peras Pejabat Setwan DPRD, Dua Wartawan di Tanjungpinang Ditangkap

Anwar Sadat Guna    •    Jumat, 18 Jan 2019 19:43 WIB
pemerasan
Peras Pejabat Setwan DPRD, Dua Wartawan di Tanjungpinang Ditangkap
n Tim Siber Pungli Polres Tanjungpinang saat merilis barang bukti dan tersangka. Medcom.id/ Anwar

Batam: Dua oknum wartawan di Tanjungpinang, Provinsi Kepri, terjaring operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Tim Siber Pungli Polres Tanjungpinang. Keduanya, Alfian dan Ilham Rokan ditangkap dalam kasus dugaan pemerasan terhadap Benito, pejabat di Sekretariat Dewan (Setwan) DPRD Kepri. 

Kedua oknum wartawan itu, masing-masing ditangkap di basement Hotel CK Tanjungpinang dan salah satu rumah makan di kota tersebut. 

Kapolres Tanjungpinang AKBP Ucok Lasdin Silalahi mengatakan, terungkapnya kasus itu berawal dari informasi yang diterima polisi terkait dugaan pemerasan yang dilakukan tersangka Ilham. Pelaku diduga memeras Benito terkait pemberitaan dugaan penyalahgunaan anggaran di Setwan. 

"Tersangka menulis berita terkait dugaan penyimpangan anggaran di Dewan. Jika berita tersebut ingin ditarik (tidak dipublikasikan), pejabat di Setwan DPRD Kepri diminta menyediakan uang puluhan juta rupiah," kata Ucok, didampingi Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP Efendri Ali, Jumat, 18 Januari 2019.  

Ia mengungkapkan, kasus dugaan pemerasan terhadap Benito sudah berlangsung sejak Juli 2018. Kala itu, terduga pelaku yakni Ilham mendatangi Benito di ruang kerjanya di Sekretariat Dewan, Gedung DPRD Kepri di Dompak, Kota Tanjungpinang.  

"Dalam pertemuan itu, Ilham membawa beberapa dokumen berisi dugaan penyalahgunaan anggaran di DPRD Provinsi Kepri," ujar Kapolres.  

Tersangka mengancam akan melaporkan dugaan penyalahgunaan itu dan mempublikasikan ke media. Ilham meminta uang puluhan juta rupiah jika berita itu tidak ingin dipublikasikan. 

"Sekitar Juli, pejabat Setwan ini menyerahkan Rp10 juta," ujarnya. 

Tak puas, tersangka kembali menghubungi staf BN dan meminta uang Rp50 juta. Uang tersebut tidak diambil oleh Ilham, melainkan anak buahnya yakni Alfian, oknum wartawan di salah satu media online di Tanjungpinang.

Aksi Ilham terus berlanjut. Pada 15 Januari 2019, dugaan penyalahgunaan anggaran di DPRD Kepri diberitakan oleh tersangka di salah satu media online, di mana dia merupakan pimpinan redaksi di media tersebut. 

"Dari pemberitaan itu, tersangka kembali menghubungi BN dan meminta sejumlah uang dengan kompensasi akan menarik berita itu. Dari komunikasi yang dilakukan tersangka dengan pejabat Setwan, BN hanya bisa menyanggupi Rp20 juta dari Rp50 juta yang diminta tersangka," jelasnya.

Namun tak berselang lama, Benito mengaku menyanggupi dan akan menyerahkan uang tersebut. Ia meminta tersangka menjemput uang di basement Hotel CK Tanjungpinang.

Ilham lantas mengutus Alfian mengambil uang tersebut. Saat uang diserahkan, saat itu juga polisi tiba di lokasi dan menangkap pelaku. "Hasil pengembangan yang dilakukan Satreskrim Tanjungpinang, tersangka lainnya, IR ditangkap polisi di sebuah rumah makan," tambah Kapolres.

Ucok mengungkapkan, tersangka juga pernah melakukan kasus kejahatan serupa di Kabupaten Lingga. "Tersangka pernah melakukan kasus pemerasan di Lingga. Kami menjerat tersangka dengan Pasal 368 dan 369 juncto Pasal 55 KUHP tentang Pemerasan dengan ancaman hukuman, maksimal 9 tahun kurungan penjara,” ungkapnya.

Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak mengatakan bahwa kasus dugaan pemerasan yang diduga dilakukan dua oknum wartawan sudah ditangani pihak kepolisian. "Kasusnya sudah ditangani kepolisian. Kami tak bisa berkomentar banyak terkait kasus tersebut, mengingat perkaranya kini sudah ditangani kepolisian," ungkap Jumaga.
         
Jumaga menyayangkan kasus pemerasan tersebut, terlebih adanya dugaan ancaman terhadap pejabat Sekwan DPRD Kepri menyusul pemberitaan yang ditulis oknum wartawan tersebut. "Kita sesalkan apalagi sampai ada ancaman. Kalau ingin menulis tentang Dewan, silakan menulis. Jangan kemudian tulisan itu digunakan alat untuk mengancam seseorang, apalagi punya maksud lain," tegas Jumaga.


(ALB)