Tiga Kader Golkar Berebut Kursi di Pilgub Riau 2018

Anwar Sadat Guna    •    Minggu, 15 Oct 2017 13:40 WIB
pilkada 2018
Tiga Kader Golkar Berebut Kursi di Pilgub Riau 2018
Ilustrasi

Metrotvnews.com, Pekanbaru: Sejumlah nama muncul sebagai bakal calon gubernur Riau pada 2018. Mereka di antaranya petahana Arsyadjuliandi Rachman, Bupati Kabupaten Siak Syamsuar, Bupati Kabupaten Pelalawan Muh Haris, anggota DPR dari PKB Lukman Edy, Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Riau Nurzahedi atau biasa disapa Edy Tanjung, dan mantan Bupati Rohul dua periode Ahmad.

"Semua nama tersebut punya peluang besar menjadi gubernur. Tinggal bagaimana mereka mengatur strategi, termasuk melihat kelemahan dan keunggulan lawan serta kekurangan dirinya untuk maju di Pilgub Riau 2018," kata Ishak, pengamat politik dari Universitas Riau, di Pekanbaru, Sabtu 14 Oktober 2017.

Ishak mengatakan, Syamsuar dan Haris sama-sama pernah menjabat sebagai bupati dua periode. Keduanya juga sukses membangun daerahnya. Tapi, mereka harus bisa melihat kelemahan diri sendiri selama menjadi bupati.

"Bukan semata kapabilitas. Tetapi, ada instrumen yang harus mereka lihat. Apa yang menjadi kelemahan mereka, itu yang harus diatasi sebelum hal itu menjadi senjata bagi lawan," kata Ishak.

Demikian halnya Arsyadjuliandi yang kini menjabat gubernur Riau. Kebijakan-kebijakannya yang dinilai tidak pro rakyat selama menjabat, bisa menjadi senjata bagi calon lain.

"Kelemahan Arsyad itu bisa jadi jualan calon lain yang kemudian dikemas menjadi program unggulan untuk ditawarkan kepada masyarakat (pemilih)," ujarnya.

Arsyadjuliandi diakui Ishak memang cukup diunggulkan sebagai calon gubernur Riau. Selain petahana, dia juga Ketua DPD Tk I Partai Golkar Riau.

Selain Arsyadjuliandi, ada Syamsuar dan Haris yang juga sama-sama kader Golkar. Di DPRD Riau, Golkar meraih 14 kursi dari total 65 kursi di dewan. Meski meraih suara terbanyak, bukan jaminan bahwa jagoan Golkar akan menang di Pilgub Riau 2018.

"Sekarang ini, parpol bukan jadi penentu. Tetapi, lebih kepada figur dan rekam jejak para calon, karena yang memilih adalah rakyat," jelas Ishak.

Nama calon gubernur lain, yakni Lukman Edy, Ahmad, dan Edy Tanjung juga punya peluang besar menang. Hanya saja, Lukman Edy dan Edy Tanjung belum begitu populer di masyarakat Riau.

"Tindakan atau gebrakan keduanya di tingkat pusat maupun di DPRD masih belum secara langsung dirasakan dampaknya oleh masyarakat Riau. Lukman Edy dan Edy Tanjung harus lebih intens beradaptasi dengan masyarakat di Riau. Itu mungkin akan lebih riil dirasakan dampaknya oleh masyarakat," terang Ishak.

Ahmad yang justru hadir dengan ide dan terobosannya untuk membangun Riau lebih baik, justru berpotensi mendapatkan simpati masyarakat. "Tinggal bagaimana menyusun strategi untuk menarik simpati masyarakat dengan program-program yang ditawarkan kepada masyarakat," tutup Ishak.


(NIN)