BNPT Masih Telusuri Jaringan Terorisme di Batam

Anwar Sadat Guna    •    Kamis, 22 Feb 2018 20:50 WIB
terorisme
BNPT Masih Telusuri Jaringan Terorisme di Batam
Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius usai memberikan pembekalan kepada seluruh jajaran Polda Kepri di Mako Polda Kepri, Kamis, 22 Februari 2018.

Batam: Kepolisian bersama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) masih mencari dan menelusuri sel-sel jaringan teroris di Batam yang diungkap Densus 88 Antiteror beberapa waktu lalu. Pemeriksaan dan pengamanan di pintu-pintu keluar-masuk Pulau Batam juga masih berlangsung.

Hal itu diungkapkan Kepala BNPT Komisaris Jenderal (Komjen) Pol Suhardi Alius usai memberikan pembekalan upaya pencegahan dan penanganan aksi radikalisme dan terorisme kepada jajaran Polda Kepri di Markas Polda Kepri, Kota Batam, Kamis, 22 Februari 2018.

"Operasi untuk mencari sel-sel jaringan terduga teroris di Batam masih berlangsung. Dengan ditangkapnya beberapa terduga teroris di Batam beberapa waktu lalu, bukan berarti sel-sel jaringan mereka sudah tidak ada. Bahkan bisa bangkit lagi kalau kita tidak hati-hati," ungkap Suhardi.

Ia mengatakan, kelompok terduga teroris sebuah jaringan, maka sel-sel mereka yang mungkin masih ada perlu diwaspadai. Termasuk sleeping cell yang sewaktu-waktu bisa bergerak lagi.

"Karena filtrasinya seperti itu, maka selagi sinyal itu masih ada maka kemungkinan jaringannya masih ada dan bisa mencuci otak orang," kata suhardi. Pihaknya mendukung upaya yang dilakukan kepolisian dalam hal ini Densus 88 Antiteror bertindak cepat dan menelusuri jaringan kelompok teroris di Batam.

Baca: Densus Tangkap Seorang Terduga Teroris di Batam

Suhardi juga mengatakan, sebagai wilayah dengan letak geografis yang berhadapan langsung diengan negara tetangga, Batam sangat dimungkinkan menjadi jalur transit jaringan atau kelompok radikal dan terorisme dari luar dan dalam negeri.

Tertangkapnya kelompok terduga teroris di Batam, yang dipimpin Gigih Rahmat Dewa (GRD) pada 2016 lalu karena kelompok ini menampung dan melindungi dua orang etnik Uighur bernama Ali atau Faris Kusuma dan Muhammad alias Dodi Sanjaya yang masuk ke Batam dan akan berangkat ke Poso.

Selain GRD, Densus 88 Antiteror juga menangkap terduga teroris lain yakni Eka Saputra, Trio Safrido, Tarmizi, Hadi Gusti Yanda, dan Leonardo Hutajulu. Keenam orang ini masih merupakan bagian dari kelompok Bahrun Naim.

"Wilayah Kepri yang memiliki banyak pulau menjadi wilayah rawan keluar masuknya jaringan atau kelompok terduga teroris. Tugas kepolisian dalam hal ini cukup berat karena harus mengawasi pulau-pulau tersebut. Belum lagi tindak kejahatan lain yang terjadi di perairan, seperti penyelundupan sabu yang berhasil diungkap jajaran TNI AL dan Polri baru-baru ini," ungkapnya.

Meski demikian, tambah Suhardi, koordinasi dan sinergi antara jajaran perlu ditingkatkan, terutama dalam kaitannya penanggulangan aksi terorisme. Kehadiran Densus 88 Antiteror yang dikoordinasi Mabes Polri, tambah Suhardi, sudah cukup efektif dan dibantu oleh Tim Satgas BNPT yang ikut membantu memonitor pergerakan kelompok terduga teroris di Indonesia atau ke luar negeri.

"Upaya-upaya pencegahan dan penanggulangan sudah banyak kita lakukan. Baik yang masuk dari Malaysia-Batam-Jawa, maupun sebaliknya. Kita juga berhasil mencegah beberapa orang yang hendak berangkat ke Filipina melalui Kalimantan Timur (Kaltim)," ujarnya.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam Lucky Agung Binarto menambahkan bahwa pihaknya telah mencegah sekitar belasan orang menuju Singapura dan Malaysia melalui pelabuhan internasional yang ada di Pulau Batam.

"Orang-orang tersebut sebelumnya sudah terdeteksi masuk dalam daftar cegah tangkal Ditjen Imigrasi. Sebelumnya, tujuan mereka terdeteksi menuju Singapura dan Malaysia. Nah, dari situ kemana tujuan mereka selanjutnya, kami tidak tahu," ungkap Lucky.  

Selain daftar cegah tangkal, kata dia, imigrasi juga dilengkapi alat bernama alert system dari interpol. Alat ini dipasang di tiap-tiap pelabuhan di Indonesia. "Alat berupa sinyal awal pemberitahuan tersebut baru pada tahun ini kami mendapatkan alatnya," pungkasnya.




(ALB)