Enam Heli BNPB Dikerahkan Padamkan 11 Titik Karhutla di Riau

Anwar Sadat Guna    •    Jumat, 20 Oct 2017 19:47 WIB
kebakaran lahan dan hutan
Enam Heli BNPB Dikerahkan Padamkan 11 Titik Karhutla di Riau
Ilustrasi, Helikopter MI-8MTV-1 milik BNPB melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan. --ANTARA FOTO/Nova Wahyudi--

Metrotvnews.com, Pekanbaru: Sebanyak enam helikopter Badan Nasional Penangulangan Bencana (BNPB) melakukan misi water bombing atau bom air di beberapa titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau, Jumat, 20 Oktober 2017.

Karhutla masih terjadi di sejumlah wilayah di Provinsi Riau. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru mencatat, terdapat 11 titik panas atau hotspot akibat karhutla dan tersebar di beberapa daerah. 

Ke-11 wilayah tersebut, yakni Kabupaten Meranti satu titik, Kabupaten Kuansing satu titik, Pelalawan empat titik, Rohil satu titik, Kabupaten Siak satu titik, Kabupateb Inhil satu titik, dan Inhu dua titik.

"Ke-11 titik panas tersebut berada di level confidence di atas 50 persen. Namun ada tiga titik panas yang level confidence-nya berada di atas 70 persen, yakni Kabupaten Meranti satu titik, Kuansing satu titik, dan Pelalawan satu titik," kata Ardi, analisa BMKG Stasiun Pekanbaru, kepada Metrotvnews.com, Jumat, 20 Oktober 2017.

Untuk menanggulangi titik panas tersebut, Satuan Tugas (Satgas) Udara Penanggulangan Karhutla Riau mengerahkan enam helikopter BNP ke sejumlah wilayah. 

Keenam helikopter tersebut, yakni; Heli BNPB, N-5193Y (S-61) yang dipiloti oleh Garry Mahoney. Heli ini melakukan misi bom air sebanyak 146 kali di Kabupaten Siak.

Berikutnya, heli BNPB, UR-CMT (Mi-171). Helikopter yang dipiloti oleh Kurbanov ini melaksanakan 2 sortie dan 126 kali water bombing atau WB di Kabupaten Siak dan Bengkalis.

Ketiga, yakni heli BNPB, UR-CMI (Mi-8) yang dipiloti oleh Kushch melaksanakan tiga sortie dan 142 kali WB. Lokasi bom air dilakukan di Kecamatan Bukit Dapur, Kota Dumai.

Heli berikutnya yakni heli BNPB, VN-8427 (Mi-172). Heli yang disiagakan di Dumai ini dipiloti oleh Mai Van Van. Heli ini melaksanakan satu sortie dengan 56 kali WB. Adapun rutenya yakni Kota Dumai-Kecamatan Bukit Kapur-Kota Dumai.

Heli berikutnya adalah heli BNPB, VN-8428 (Mi-172). Heli yang dipiloti oleh Le Thanh Binh ini melaksanakanih misi 95 kali water bombing di Dumai. 

Adapun heli BNPB, PK EAH (BO-105) yang dipiloti oleh Triyanto melakukan misi satu sortie yakni Patroli Karhutla di Dumai, Kabupaten Rohil, dan Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. 

"Selain wilayah Riau, titik panas akibat karhutla juga terpantau di wilayah lain, seperti; Aceh tiga titik, Sumut tiga titik, Jambi tiga titik, Sumbar empat titik, Jambi tiga titik, Kepri satu titik, Lampung satu titik, dan Babel 12 titik," jelas Ardi.


(ALB)