Aceh Kehabisan Serum Difteri

Antara    •    Selasa, 19 Dec 2017 11:57 WIB
klb difteri
Aceh Kehabisan Serum Difteri
Ilustrasi ruang isolasi rumah sakit. Foto: Antara/Andreas Fitri Atmoko

Banda Aceh: Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Aceh menyatakan kehabisan persediaan Anti Difteri Serum. Hal itu menyebabkan terkendalanya penanganan pasien penyakit berbahaya tersebut yang jumlahnya meningkat.

"Persediaannya memang sudah tidak ada lagi," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Aceh Abdul Fatah di Banda Aceh, Senin, 18 Desember 2017.

Padahal, kata dia, kebutuhan serum sangat mendesak. Sebab, ada empat pasien difteri membutuhkan serum tersebut yang saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh.

Terkait ketiadaan serum, Dinkes sudah meminta ke Kementerian Kesehatan. Namun, hingga kini permintaan tersebut belum ada jawaban.

"Informasi yang kami terima, persediaan serum di kementerian juga terbatas. Persediaan yang ada untuk 40 pasien seluruh Indonesia. Sedangkan kasus difteri tidak hanya terjadi di Provinsi Aceh, tetapi juga beberapa provinsi lainnya sedang merebak kasus serupa," katanya.

Abdul Fatah menyebutkan, untuk mendapatkan anti difteri serum sangatlah sulit. Di Indonesia tidak ada lagi produsennya. Begitu juga di dunia, hanya beberapa negara yang memproduksinya.

"Tahun lalu, Dinkes Aceh ada mengalokasikan anggaran untuk pengadaan serum antidifteri, namun karena sulit mendapatkannya, maka anggaran yang tersedia tidak bisa digunakan," kata dia.

Oleh karena itu, Abdul Fatah mengharapkan Kementerian Kesehatan bisa mengirimkan serum antidifteri ke Aceh. Sebab, ada empat penderita difteri yang membutuhkan serum tersebut.

Selain empat pasien tersebut, masih ada dua lagi yang sedang diobservasi, apakah terjangkit difteri atau tidak. Sedangkan penanganan sementara sebelum ada serum, pasien hanya diberi antibiotik, pungkas Abdul Fatah.


(ALB)