Terduga Teroris Marawi Sudah Dua Tahun tak Pulang ke Medan

Farida Noris    •    Jumat, 03 Nov 2017 11:29 WIB
terorisme di filipina
Terduga Teroris Marawi Sudah Dua Tahun tak Pulang ke Medan
Ilustrasi terorisme, MTVN - M Rizal

Metrotvnews.com, Medan: Kepolisian Filipina menyebutkan seorang warga Indonesia atas nama Muhammad Ilham Syahputra diduga sebagai anggota teroris di negara tersebut. Ilham disebut berasal dari Medan, Sumatera Utara.

Baca: WNI Diduga Militan Ditangkap di Marawi, Kemenlu Lakukan Konfirmasi 

Metrotvnews.com mendatangi alamat keluarga Ilham di Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumut. Rumah keluarga Ilham bercat hijau dan tampak sepi.

Di rumah itu, ayah dan kakak dari Ilham menempati rumah tersebut. Ayahanda Ilham sakit-sakitan. Itu pula yang menjadi alasan Ilham merantau ke luar negeri.

"Saat itu, Ilham mengaku sama keluarganya pergi ke Malaysia untuk bekerja menambah pendapatan keluarga karena ayahnya sakit-sakitan. Di rumah itu, ada kakak kandungnya sama abang iparnya," kata Suwandi, Kepala Desa Sei Rotan, Jumat 3 November 2017.

Dua tahun lalu, lanjut Suwandi, Ilham pulang karena ibunya meninggal. Saat itu, Ilham mengaku bekerja di Malaysia.

Tapi kepulangan Ilham tak lama. Ilham tak tampak lagi di rumahnya. Suwandi mengaku tak tahu ke mana Ilham pergi.

"Saya hanya melihat saja kalau itu anaknya, laki-laki yang baru pulang dari Malaysia. Ketemunya pun kurang lebih dua jam saja di waktu ibunya meninggal itu," urainya.

Ilham bak ditelan bumi. Keluarga putus komunikasi. Yang keluarga tahu, Ilham merantau di Malaysia. Tak ada lagi kabar yang didapat keluarga mengenai Ilham.

"Kata kakaknya, dia sudah putus komunikasi, tapi si Ilham gak di Malaysia lagi," pungkas Suwandi.

Dua hari lalu, Kepala Polisi wilayah Lanao del Sur, John Guyguyon menyatakan menangkap seorang warga Indonesia bernama Ilham. Ilham berusia 23 tahun.

"Diyakini, dia tiba di Filipina pada November 2016. Dia diminta datang oleh IH, Isnilon (Hapilon), untuk turut bertempur dengannya," tegas Guyguyon.

Isnilon Hapilon merupakan salah satu pemimpin kelompok teroris Maute. Isnilon dikabarkan tewas di Marawi sepekan lalu. Kementerian Pertahanan Filipina menegaskan,Biro Investigasi Federal Amerika Serikat melakukan tes forensik pada jasad tersebut. Hasil tes mengonfirmasi jasad tersebut sebagai Hapilon.


(RRN)