Riau Perpanjang Siaga Darurat Kebakaran Hutan

Rudi Kurniawansyah    •    Rabu, 30 May 2018 18:32 WIB
kebakaran lahan dan hutan
Riau Perpanjang Siaga Darurat Kebakaran Hutan
Ilustrasi: Seorang warga mengabadikan kebakaran lahan gambut dengan ponselnya. Foto: Antara/Syifa Yulinnas

Pekanbaru: Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau memperpanjang status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terhitung dari 1 Juni hingga 30 November mendatang. Perpanjangan itu untuk mempertahankan Riau bebas asap dan menyukseskan pergelaran Asian Games.

"Alhamdulillah status siaga darurat Karhutla Provinsi Riau diperpanjang mulai tanggal 1 Juni sampai 30 November 2018. Semoga tetap dapat mempertahankan Riau bebas asap 2018," jelas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau Edwar Sanger di Pekanbaru, Rabu, 30 Mei 2018. 

Edwar yang juga menjabat sebagai Wakil Komandan Satgas Siaga Darurat Karhutla Riau mengatakan, terdapat sejumlah hal yang menjadi pertimbangan perpanjangan siaga darurat Karhutla. Diantaranya, perkiraan BMKG Pekanbaru terkait sebagian wilayah Riau segera memasuki kemarau.

"Kemarau di Riau diprediksi akan berlangsung hingga September mendatang. Terus kenapa kita tetapkan hingga November? Itu sebagai bentuk antisipasi kita," jelas Edwar.

Selanjutnya soal pelaksanaan pemilihan kepala daerah, tepatnya pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau, serta Bupati dan Wakil Bupati di Indragiri Hilir, menjadi salah satu alasan perpanjangan status siaga tersebut.

"Dan terakhir tentu saja sesuai arahan Presiden agar kita turut mensukseskan Asian Games pada Agustus nanti," ujarnya.

Sementara dari evaluasi satgas siaga darurat karhutla sepanjang lima bulan terakhir tercatat seluas 1.870,96 hektare hutan dan lahan di Riau hangus terbakar.

"Kebakaran terluas terjadi di Kabupaten Kepulauan Meranti yaitu sekitar 896,61 hektare," jelas Edwar.

Selanjutnya di Bengkalis, kebakaran lahan mencapai 345,5 hektare. Untuk Kabupaten Siak, seluas 131,5 hektare terbakar. Selanjutnya di Indragiri Hulu, seluas 128,5 hektare serta Kota Dumai 120 hektar terbakar.

"Kabupaten Rokan Hilir lahan yang terbakar seluas 97,75 hektare, Pelalawan 63 hektare, Pekanbaru 34,6 hektare, Kampar 20,75 hektare, Indragiri Hilir 31 hektare dan Rokan Hilir satu hektare," ujar Edwar.





(ALB)