Pengembangan Wisata Danau Toba

Investor Siap Bangun Hotel dan Resort Bertaraf Internasional

Budi Warsito    •    Selasa, 26 Sep 2017 13:22 WIB
pariwisata
Investor Siap Bangun Hotel dan Resort Bertaraf Internasional
Pengunjung menikmati panorama Danau Toba di Prapat, Simalungun, Sumatera Utara. Foto: Antara/Septianda Perdana

Metrotvnews.com, Medan: Salah satu tugas Badan Otorita Pariwisata Danau Toba (BOPDT) mempunyai tugas menjembatani Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam mengembangkan Danau Toba. Pekerjaan rumah BOPDT yang lain yakni menggaet investor dalam pengembangan Danau Toba sebagai destinasi wisata prioritas.

Beragam infrastruktur tengah dibangun pemerintah. Ternyata, beberapa investor lokal maupun sudah menyatakan komitmennya akan berinvestasi di kawasan Danau Toba.

“Kita sudah punya beberapa investor yang lokal dan luar.  Lokal ada empat sampai enam orang. Kita terus ketemu dengan mereka dan sampai hari ni komitmennya juga masih oke,” ujar Kepala BOPDT Arie Prasetyo saat berbincang dengan Metrotvnews.com,Senin 25 September 2017.  

Investor lokal rata-rata pengusaha asal Sumatera Utara  (Sumut) dan memiliki bisnis di Sumut. Selain pengusaha lokal yang ingin mengembangkan kampungnya, ada juga investor dari Singapura dan dari Jakarta.

(Klik: Mempermudah Akses untuk Pacu Pariwisata)

“Ada grup besar satu atau dua yang mau bangun hotel dan resort,” jelasnya.

Hotel dan resort akan dibangun di lahan seluas 600 hektare yang diberikan pemerintah kepada BOPDT. Lahan tersebut berada di daerah Sibisa, Kabupaten Tobasa.

"Seluas 600 hektare ini kita siapkan untuk seperti di Nusa Dua, Bali. Isinya hotel resort yang baru. Brand-nya Sibisa Integrated Resort. Lokasinya di pinggir danau,” papar Arie.


Hotel Sofitel di Nusa Dua Bali yang memiliki standar internasional. Foto: MI/Panca Syurkani

Lebih lanjut, Arie memaparkan, pemerintah akan menyerahkan lahan ke BOPDT dalam bentuk Hak Pengelolaan Lahan (HPL). Kemudian diatas HPL tersebut akan diterbitkan HGB.

“HGB dipegang oleh investor selama 30 tahun sampai 80 tahun. Model yang sama sudah diterapkan di Nusa Dua. Sekarang posisinya kita sedang menyelesaikan studi amdal. Paling lama kami targetkan HPL itu sudah kami peroleh akhir tahun ini,” urainya.

(Klik: Pancing Pelancong dengan Paket Wisata Danau Toba)

Hotel dan resort dibutuhkan karena saat ini pasar pariwisata Danau Toba masih menyasar masyarakat menengah ke bawah. Sementara hotel bintang lima yang memiliki berstandar internasional di kawasan Danau Toba belum ada.

Saat ini, hotel yang ada di Danau Toba merupakan hotel bintang dua plus. Maka perlu dibangun hotel mewah yang memiliki standar internasional. “Marketnya pun ada, dan tidak merusak market hotel bintang tiga ke bawah," katanya.

Masing-masing punya pasar. Hotel bintang tiga ke bawah tak perlu takut dengan kehadiran penginapan bintang lima. 

(Baca: Tugas Besar Memajukan Wisata Danau Toba)

Sementara itu, lahan 1.000 hektare di Taput dan Humbang yang diberikan ke BOPDT akan disulap menjadi taman bunga seperti yang diperkenalkan oleh Presiden Joko Widodo. Konsep yang akan dibuat seperti Simalem Resort. Dalam area taman akan dibangun hotel, taman rekreasi dan peternakan layaknya perkampungan modern.


(SUR)