TNI AL Sisir Pulau-pulau Kepri Cari 10 Awak Kapal AS

Anwar Sadat Guna    •    Selasa, 22 Aug 2017 18:31 WIB
tabrakan kapal
TNI AL Sisir Pulau-pulau Kepri Cari 10 Awak Kapal AS
Kapal perang USS John S. McCain. (Metrotvnews.com/dok Lantamal IV)

Metrotvnews.com, Batam: TNI AL terus berkoordinasi dengan otoritas Singapura dan Malaysia dalam upaya pencarian 10 awak kapal USS John S. McCain (DDG-56) yang hilang usai tabrakan dengan kapal tanker MV Alnic MC di timur Selat Malaka. 

Seluruh kapal dari ketiga negara saat ini berada di wilayah perairan masing-masing untuk menyisir lokasi yang dicurigai tempat jasad korban mengapung dan terbawa arus laut. 

"Kita terus berkoordinasi dengan Singapura dan Malaysia. Saat ini ada 4 KRI di wilayah perbatasan membantu proses pencarian 10 awak kapal perang AS. Selain itu ada satu heli NV 409 dan pesawat Cassa yang mencari dari udara," kata Kadispen Lantamal IV Mayor (KH) Josdy Damopoli kepada Metrotvnews.com, Selasa, 22 Agustus 2017. 

Baca: 10 Pelaut Hilang dalam Tabrakan Kapal Perusak AS-Kapal Tanker

Josdy mengatakan, jajaran TNI AL tidak bisa masuk ke Singapura maupun Malaysia karena harus mendapatkan izin dari otoritas setempat, sehingga pencarian lebih diintensifkan di wilayah perbatasan Indonesia di sekitar Selat Malaka. 

"Kami maksimalkan menyisir perairan kita (Indonesia) karena ada waktu 1X24 jam jasad korban akan mengapung ke permukaan laut dan akan terbawa gelombang laut. Karena arah gelombang laut mengarah ke Indonesia makanya kita intensifkan menyisir perairan kita," jelas Josdy.

Selain mengerahkan unsur KRI, Lantamal IV menurunkan beberapa kapal Patroli Keamanan Laut (Patkamla) untuk menyisir perairan yang dangkal. Ini untuk mengantisipasi para korban terdampar ke pulau-pulau di wilayah Provinsi Kepri.

"Kalau terdampar ke pulau-pulau dengan kondisi air yang dangkal, lebih tepat bila menggunakan kapal Patkamla yang ukurannya agak kecil dibandingkan KRI," ungkapnya. 

Selain kapal milik TNI AL, Basarnas Kepri juga ikut mengerahkan kapalnya untuk bergabung dengan Tim SAR dari negara tetangga, yakni Malaysia dan Singapura. Kapal yang diterjunkan yakni KM Purwerejo.

"Kami ikut menurunkan KM Purwerejo dari Batam untuk membantu proses SAR. Kapal ini juga akan menyisir perairan di wilayah perbatasan bersama kapal-kapal milik TNI AL yang juga berada di sana," kata Kepala Seksi Operasi Basarnas Kepri Eko Supriyanto.  

Baca: TNI AL Perluas Pencarian 10 Awak Kapal AS

Josdy menambahkan, saat ini kapal USS John S McCain sudah dievakuasi ke Singapura. Kapal tersebut mengalami kerusakan di bagian bodi sebelah kiri akibat tabrakan dengan MV Alnic MC. 

"Kapal perang AS ditarik dan dievakuasi ke Singapura. Meski ada kerusakan akibat tabrakan, kapal masih bisa jalan saat dievakuasi ke Singapura. Penyelidikan akan dilakukan otoritas Singapura karena lokasi kejadian tak berada jauh dari wilayah mereka," ujar Josdy.

USS John S. McCain bertabrakan dengan kapal tanker MV Alnic MC di timur Selat Malaka pada Senin 21 Agustus 2017. Tabrakan terjadi saat kedua kapal dalam perjalanan menuju salah satu pelabuhan di Singapura.

Tabrakan menyebabkan kapal perang AS mengalami kerusakan. Selain itu, 10 personel di kapal perang AS dinyatakan hilang dan lima orang lainnnya luka-luka.


(SAN)