Sebagian Warga Kota Jambi Keluhkan Air Bersih

Solmi    •    Selasa, 05 Sep 2017 18:45 WIB
kemarau dan kekeringan
Sebagian Warga Kota Jambi Keluhkan Air Bersih
ilustrasi Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Jambi: Terdampak musim kemarau, sebagian warga di Kota Jambi dan sekitarnya, mulai mengeluh kesulitan mendapatkan sumber bersih. Kekeringan baik dari sumur gali maupun pipa distribusi air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mayang Kota Jambi.

"Sudah seminggu ini terpaksa membeli air tedmon, karena sumur gali kami sudah kering. Berharap dari tetangga yang berlanganan air PDAM, juga susah, karena juga sering macet dan hidup tidak menentu," kata Makmud, warga Pal Lima, Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi.

Dikatakan Makmur, satu tangki platik (tedmon) kapasitas 1.000 liter, dia beli seharga Rp 60 ribu. "Paling tahan untuk seminggu, itupun sudah berhemat-hemat Pak," sebut Makmur, ayah tiga anak ini.

Keluhan serupa juga disampaikan sejumlah warga lain, antara lain di Kecamatan Jambi Selatan, Kecamatan Palmerah dan Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi. Sebagian besar warga yang menjadi pelanggan PDAM Tirta Mayang itu mengaku semenjak dua pekan ini distribusi air ke rumah mereka macet.

"Hidupnya tidak menentu, dan susah ditebak. Kadang malam hidup sebentar, kadang pagi. Tidak kontinyu. Kalau kami buka keran meteran terus, dipastikan kami rugi banyak, karena walaupun jarum meteran berputar, yang keluar hanya angin saja," ungkap Bahtiar, 50. warga Kelurahan Lingkar Selatan.

Tidak lancarnya distribusi air PAM, dibenarkan Humas PDAM Tirta Mayang, Jendro. Menurutnya, distribusi air bersih kepada konsumen memang sedang terkendala akibat pasokan air baku ke beberapa instalasi pengolahan air (IPA) di Kota Jambi berkurang sekitar 25 persen dari kondisi normal, akibat dampak menyusutnya permukaan Sungai Batanghari akibat kemarau.

Untuk mengantasi keluhan kebutuan warga, PDAM aat ini menyediakan pelayanan pasokan air bersih melalui mobil tangki yang diantar langsung ke pemukiman warga. Per mobil tangki pasitas empat ribu liter warga yang saat ini antre memesan, dibandrol dengan harga Rp150 ribu.



(ALB)