Sepekan Dibuka, Posko Pengaduan First Travel belum Terima Laporan

Alwi Alim    •    Selasa, 05 Sep 2017 17:12 WIB
kemelut first travel
Sepekan Dibuka, Posko Pengaduan First Travel belum Terima Laporan
Suasana SPKT Polresta Palembang yang dijadikan posko pengaduan korban First Travel, MTVN - Alwi Alim

Metrotvnews.com, Palembang: Polresta Palembang, Sumatera Selatan, membuka posko pengaduan untuk korban penipuan First Travel. Hingga sepekan dibuka, posko tak mendapat laporan.

Posko pengaduan dibuka pada 29 Agustus 2017. Tujuannya mengakomodasi laporan terkait kasus penipuan yang menyeret bos First Travel, Andika Surachman dan Anniesa Desvitasari Hasibuan, sebagai tersangka.

"Kami sudah menyebarkan informasi itu ke masyarakat Kota Padang. Tapi belum ada laporan yang masuk," kata Kapolresta Palembang Wahyu Bintono Hari Bawono, Selasa 5 September 2017.

Wahyu menduga korban masih takut dan ragu melapor ke polisi. Wahyu pun menjamin kerahasiaan korban. Bukan hanya First Travel, posko juga menerima kasus serupa yang diduga dilakukan agen lain.

Sepanjang 2017, lanjut Wahyu, Polresta Palembang belum menerima laporan kasus penipuan perjalanan umrah. Tapi, Polresta mengingatkan warga untuk bijak memilih penyedia jasa pemberangkatan ke Tanah Suci.

"Jangan sampai ada korban. Kami menghimbau masyarakat juga jangan tergiur ada biaya murah," ujarnya.

Kasubbag Informasi dan Humas Kanwil Kemenag Sumsel, Saefuddin, mengatakan 29 tur dan travel tercatat resmi di provinsi tersebut. Para calon bisa melihat langsung di website kemenag Sumsel yakni Sumsel.kemenag.go.id. 

"Kami berharap masyarakat berhati-hati jangan tergiur dengan harga yang murah saja," katanya.

Saefuddin memperkirakan tak ada korban dalam kasus First Travel. Saefuddin mengaku tak mendapatkan data soal calon jemaah.


(RRN)