FSPMI Bakal Demo Kebijakan Pemerintah yang Merugikan Buruh

Farida Noris    •    Kamis, 03 Aug 2017 14:36 WIB
unjuk rasa
FSPMI Bakal Demo Kebijakan Pemerintah yang Merugikan Buruh
Buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) saat unjuk rasa -- MI/Galih Pradipta

Metrotvnews.com, Medan: Buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Sumatera Utara bakal menggelar aksi pada 8 Agustus 2017. Mereka mengkritisi berbagai kebijakan pemerintah pusat dan daerah yang dianggap merugikan buruh.

"Aksi ini dilakukan serentak secara nasional. Kalau di Sumatera Utara, tujuan aksi kita yakni kantor Gubernur dan DPRD Sumut," kata Ketua FSPMI Sumut Willy Agus Utomo di Medan, Kamis 3 Agustus 2017.

Willy mengatakan, tuntutan yang akan diajukan adalah menolak penurunan nilai pendapatan tidak kena pajak (PTKP). Kebijakan ini dinilai akan menurunkan daya beli buruh serta bertolak belakang dengan spirit tax amnesty.

"Adapun tuntutan kedua, kami menyatakan menolak Perppu Ormas. Yang kami anggap sangat penting adalah darurat PHK (pemutusan hubungan kerja), bukan darurat ormas. Apalagi, secara bersamaan puluhan ribu buruh ritel, garmen, keramik dan pertambangan dipecat semena-mena," kata Willy.

Selanjutnya, kata Willy, buruh akan melakukan judicial review UU Pemilu, khususnya pasal mengenai presidential threshold 20 persen yang mencederai demokrasi kedaulatan buruh dan rakyat, Terakhir, kami menuntut buruh PT Smelting dan PT Freepoort dipekerjakann kembali," pungkasnya.


(NIN)