Predator Anak Beraksi di Medan Empat Anak Jadi Korban

Budi Warsito    •    Senin, 12 Jun 2017 23:06 WIB
kekerasan seksual anak
Predator Anak Beraksi di Medan Empat Anak Jadi Korban
Ilustrasi. (MTVN/M Rizal)

Metrotvnews.com, Medan: Aksi predator cabul yang mengincar anak-anak kembali terjadi di Medan. Pihak Polsek Medan Baru mengamankan seorang pemuda berinisial A, 19 warga Cinta Karya, Gang Karoja, Medan Polonia, Senin 12 Juni 2017.

A diketahui melakukan tindakan tak senonoh terhadap empat orang anak laki-laki yang semuanya tetangganya. "Kejadian pencabulan itu pada awal bulan Mei 2017 sekira pukul 11.00 WIB," kata Kapolsek Medan Baru Kompol Hendra Tri Yulianto, Senin 12 Juni 2017.

Dijelaskan olehnya, saat kejadian, A mencabuli 4 anak laki-laki itu sekaligus, yaitu: JS berusia, 6 tahun 11 bulan; AF,9; MS ,8; dan MR ,8.

Tindakan pencabulan itu berawal ketika A memanggil ke empat bocah yang merupakan korbannya saat tengah bermain di lapangan Mizmuhazirin, Medan Polonia. Oleh pelaku, keempat anak tersebut diajak mencari bambu untuk dibuatkan mainan.

Bukannya mencari bambu, keempat anak itu dibawa dan dimasukkan ke rumah A. Pelaku langsung mengunci pintu rumah, dan kemudian melakukan perbuatan bejatnya secara bergantian terhadap korban.

Hal ini terungkap ketika salah satu korban JS menceritakan perbuatan A kepada orangtuanya. Pengakuan itu membongkar aksi A. Salah seorang orangtua korban NS, membuat laporan ke Polsek Medan Baru.

Usai membuat laporan, penangkapan pun dilakukan. Ditemani oleh kepala lingkungan setempat, polisi mengamankan A. Pemuda itu tak membantah telah mencabuli sejumlah anak tetangganya. "Pelaku sering nonton film porno," sebut Hendra.

Dugaan sementara, kebiasaan pelaku A membuat dirinya nekat untuk melakukan tindakan tak senonoh terhadap korbannya yang masih anak- anak.

Dalam kasus ini, A dijerat dengan Pasal 81 ayat (1) jo Pasal 76 (d) dan Pasal 82 Jo  Pasal 76 (e)  dan Pasal 80 ayat (1)  UU RI No 35 Tahun 2014  tentang Perubahan atas UU RI NO.23 thn 2002 tentang Perlindungan Anak.

"Ancaman hukumannya 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp300 juta dan paling sedikit Rp60 juta," tandas  Hendra.


(LDS)