Antisipasi Difteri, Dinkes Sumut Kirim Surat Edaran ke Kabupaten/Kota

Farida Noris    •    Rabu, 13 Dec 2017 17:05 WIB
klb difteri
Antisipasi Difteri, Dinkes Sumut Kirim Surat Edaran ke Kabupaten/Kota
Ilustrasi, ANTARA FOTO

Medan: Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumut mengirim surat edaran ke kabupaten/kota untuk menyikapi terjadinya kasus difteri. Seluruh daerah diminta segera melakukan penyelidikan epidemiologi bila diduga terjadi kasus difteri.

"Dinas kesehatan bersama puskesmas diminta menyosialisasikan kepada masyarakat tentang penyakit difteri serta mengenai pentingnya imunisasi agar masyarakat paham dan tidak menolak imunisasi," kata Kadis Kesehatan Sumut Agustama, Rabu 13 Desember 2017.

Dia menyebutkan masyarakat dianjurkan untuk memeriksa status imunisasi masing-masing untuk mengetahui apakah status imunisasinya sudah lengkap atau belum sesuai jadwal dan umur. 

"Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat sehari-hari, memakai masker bila sedang batuk-pilek, berobat ke pelayanan kesehatan terdekat bila merasa ada gejala difteri," ucap Agustama.

Agustama meminta agar kabupaten/kota meningkatkan cakupan imunisasi, termasuk imunisasi difteri, secara merata di seluruh wilayah kerja dinas kesehatan masing-masing dengan target >90 persen.

"Bila ada kasus difteri, segera melakukan Outbreak Response Immunization (ORI) di wilayah puskesmas/kecamatan yang merupakan lokasi terjadinya difteri. Berikan obat profilaksis pada kasus kontak difteri dan kasus carrier difteri," urainya.

Agustama menerangkan, difteri merupakan penyakit yang sangat menular dan disebabkan oleh kuman Corynebacterium Diptheriae yang menyerang faring, laring atau tonsil. difteri menimbulkan gejala dan tanda berupa demam +38 celsius.

"Munculnya pseudomembran di tenggorokan yang berwarna putih keabu-abuan dan tak mudah lepas serta mudah berdarah, sakit waktu menelan, serta leher membengkak seperti leher sapi (bullneck,) akibat pembengkakan kelenjar getah bening di leher. Selain itu terjadi pula sesak nafas disertai suara mendengkur (stridor)," terangnya.

Menurut Agustama, imunisasi penting dilakukan dengan DPT HB- HIB kepada bayi untuk mencegah terjadinya difteri dan penyakit lainnya. "Imunisasi dasar lengkap diberikan pada bayi usia 0 sampai 11 bulan. Lalu iminisasi lanjutan di usia 18 bulan sampai 2 tahun. Setelah itu dilakukan bias imunisasi," bebernya.



(ALB)