Ratusan Prajurit TNI Ikut Pelatihan Tanggap Bencana

Alwi Alim    •    Selasa, 28 Nov 2017 21:14 WIB
bencana alam
Ratusan Prajurit TNI Ikut Pelatihan Tanggap Bencana
Prajurit TNI mendapat pelatihan tanggap darurat bencana di Sumsel, Selasa, 28 November 2017 MTVN - Alwi Alim

Palembang: Prajurit TNI mendapat pelatihan tanggap darurat di kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan. Mereka akan terlibat dalam penanggulangan bencana di Sumsel.

"Pelatihan tanggap darurat ini diikuti 150 peserta dari unsur TNI seperti Korem, Kodim, Bengkang, dan Denkesdam," kata Kasrem 044 Gapo Palembang, Letkol Inf  M Sjahroni di sela pelatihan, Selasa, 28 November 2017.

Pelatihan berlangsung selama tiga hari mulai Selasa, 28 November 2017. Di hari pertama, peserta mendapat pelatihan teori. Di hari kedua, peserta mendapat kegiatan skenario pelatihan untuk mematangkan konsep. Lalu di hari terakhir, prajurit mengikuti simulasi lapangan bersama BPBD dan Manggala TNI.

"Kami berharap dengan adanya pelatihan ini dapat bertindak dengan cepat sehingga korban bisa diminimalkan sekecil mungkin," singkatnya.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) BPBD Sumsel Iriansyah menambahkan berdasarkan pemetaan dari BPBD Sumsel,  ada empat daerah yang rawan terjadinya longsor mengingat daerah tersebut berada di perbukitan.

"Keempat daerah yakni Pagaralam, Lahat, Muara Enim dan Oku Selatan," katanya saat dihubungi Metrotvnews.com, Selasa, 28 November 2017

Selain itu, pihaknya juga telah memetakan wilayah yang rawan banjir dataran rendah seperti Muba, OKI, dan Banyuasin.

"Daerah ini merupakan daerah pasang surut sehingga pada saat pasang dapat menyebabkan banjir," ujarnya.

Sejauh ini, antisipasi yang dilakukan pihaknya yakni menyiapkan personel dan logistik. Namun, jumlah logistik yang disiapkan, ia mengaku tidak terlalu mengingatnya karena bantuan ini berasal dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang didasarkan pada luas wilayah, jumlah penduduk dan tingkat kerawanan bencana.

"Logistik ini berupa makanan siap saji, peralatan dapur, terpal dan lain sebagainya," pungkasnya.



(RRN)