Kesaksian Korban Soal Ledakan di Kapal Tanker

Anwar Sadat Guna    •    Kamis, 17 Nov 2016 17:09 WIB
Kesaksian Korban Soal Ledakan di Kapal Tanker
Petugas pemadam berusaha memadamkan api di atas kapal MT Nona Tang II, Rabu (16/11/2016). Foto-foto: Metrotvnews.com/Anwar Sadat Guna

Metrorvnews.com, Batam: Dua pekerja kapal MT Nona Tang II yang meledak di pelabuhan kawasan Pantai Stres, Batam, Kepulauan Riau, hingga kini masih mendapatkan perawatan intensif di RS Harapan Bunda dan RS Awal Bros Batam. Satu pekerja lain, Abdullah, sudah sadarkan diri namun juga masih dirawat intensif. 

Ditemui di Rumah Sakit Harapan Bunda (RSHB) Batam, Abdullah, 40, mengaku masih terperanjat atas peristiwa ledakan yang terjadi di atas kapal. Saat kejadian, pria asal Jawa Barat ini sedang berada di bagian haluan kapal. 

"Begitu ledakan terjadi, saya langsung tiarap. Seisi kapal porak-poranda. Saya langsung turun dan bergegas lompat menuju darat," kata Abdullah saat ditemui Metrotvnews.com, Kamis (17/11/2016).

Kepanikan mulai terlihat karena 10 ABK yang ada di atas kapal juga berhamburan keluar. Mereka berusaha menyelamatkan diri. Sementara, satu pekerja kapal tewas akibat ledakan dan dua pekerja lainnya terluka. 

"Saya tidak tahu lagi kejadiannya setelah itu karena saya langsung dibawa ke rumah sakit. Mobil pemadam juga mulai datang dan beruasaha memadamkan kobaran api di kapal," ujarnya.


Api masih menyala tak lama setelah ledakan, kemarin.

Abdullah mengaku baru bekerja dua pekan di kapal itu. Dia ditugaskan menangani bagian mesin kapal. Ia mengaku tidak mengetahui kegiatan perbaikan kapal yang sedang berlangsung di atas kapal.

"Memang ada perbaikan pipa di bagian dek kapal, tetapi teknisnya seperti apa saya nggak tahu. Ketika pekerjaan sedang berlangsung tiba-tiba terjadi ledakan," ujarnya.

Baca: Ledakan Guncang Kapal Tanker, Satu Pekerja Tewas

Abdullah mengalami luka bakar di bagian wajah. Namun, kondisinya mulai membaik. Adapun Joko dan Sumardianto masih dirawat intensif. Informasi yang dihimpun, keduanya mengalami luka bakar serius dan belum dapat diajak berkomunikasi.

"Pasien atas nama Sumardianto belum bisa ditemui. Dia mengalami luka bakar serius, sehingga butuh waktu untuk pemulihan dan penyembuhan," kata Humas RS Harapan Bunda yang enggan disebutkan identitasnya. 

Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Memo Ardian mengatakan kasus ini masih dalam penyidikan kepolisian. Tim saat ini berada di lokasi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). 

"Kasusnya masih dalam penyidikan. Kami sudah meminta keterangan 10 orang ABK terkait peristiwa ini, dan terus akan dikembangkan," ujarnya.

Ledakan keras terjadi di atas kapal tanker MT Nona Tang II, Rabu 16 November. Kejadian itu menewaskan seorang pekerja dan melukai tiga pekerja lainnya. Ledakan terjadi saat keempat pekerja sedang memperbaiki dan mengelas pipa di dek kapal.
(UWA)