Wali Kota Medan Akui Program JKN Bebani APBN

Farida Noris    •    Minggu, 27 Nov 2016 10:33 WIB
kesehatan
Wali Kota Medan Akui Program JKN Bebani APBN
Kartu BPJS Kesehatan, Ant - Septianda Perdana

Metrotvnews.com, Medan: Wali Kota Medan HT Dzulmi Eldin mengakui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan cukup membebani APBN maupun APBD. Lantaran itu, Wali Kota meminta masyarakat lebih baik mencegah sebelum sakit.

Salah satu caranya yaitu menjaga pola hidup bersih dan sehat. Kebiasaan baik itu pun dapat menular ke warga lain sehingga menciptakan lingkungan yang sehat.

Wali Kota juga meminta seluruh tenaga kerja kesehatan memberikan pelayanan yang komprehensif, mulai dari tingkat posyandu, puskesmas pembantu, klinik, hingga rumah sakit. Tenaga kesehatan turun langsung menyosialisasikan kebiasaan hidup bersih dan sehat sebelum warga datang karena sakit.

"Puskesmas maupun puskesmas pembantu harus mampu menjadi tempat pelayanan kesehatan dasar yang memberikan solusi pada segala masalah kesehatan yang dialami warga," kata Wali Kota Dzulmi pada puncak Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-52 Tingkat Kota Medan di Lapangan Merdeka, Sabtu (26/11/2016).

Dzulmi mengatakan pembangunan kesehatan merupakan salah satu prioritas Pemerintah Kota Medan. Dalam lima tahun terakhir, Pemkot Medan mengalokasikan kurang lebih 14 persen APBD untuk kesehatan. Alokasi itu sesuai dengan amanat undang-undang.

Selain itu, Wali Kota juga mengaku membenahi kapasitas sumber daya manusia. Sarana dan prasarana kesehatan juga ditingkatkan.

"Selain itu, pembenahan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan rujukan terus didorong agar sarana seperti di RS Pirngadi semakin memadai dan pelayanan kesehatan terstandarisasi. Kita juga segera membangun RS Tipe C di Kecamatan Medan Labuhan yang Insya Allah dapat beroperasional di tahun 2018,” paparnya.

Kadis Kesehatan Kota Medan, drg Usma Politan menyampaikan, peringatan yang bertemakan ‘Masyarakat Kota Medan Hidup Sehat, Indonesia Kuat’ ini bertujuan meningkatkan semangat kepedulian, komitmen dan gerakan nyata untuk pembangunan kesehatan di Medan.

"Di samping itu, kita juga ingin menyampaikan pesan, bahwa sehat itu harus dijaga dengan bergaya hidup sehat, berpartisipasi aktif dalam jaminan kesehatan nasional, sehingga nantinya akan terbangun kemandirian masyarakat Medan yang sadar kesehatan," jelas Usma.


(RRN)