Siswa SD Dikerahkan Blokir Jalan Tuntut Perbaikan Infrastruktur

Budi Warsito    •    Kamis, 13 Oct 2016 15:34 WIB
demo massa
Siswa SD Dikerahkan Blokir Jalan Tuntut Perbaikan Infrastruktur
Puluhan siswa SD turun ke jalan menuntut perbaikan infrastruktur. Foto-foto: Metrotvnews.com/Budi

Metrotvnews.com, Medan: warga dan puluhan siswa SD dari Yayasan Berdikari memblokir jalan di Simpang Kantor, Jalan Titi Pahlawan, Medan Labuhan, Kota Medan, Sumatera Autara, Kamis, 13 Oktober 2016. Aksi ini sebagai bentuk protes mereka atas jalan yang rusak dan kerap terjadinya banjir saat hujan tiba.

Dalam aksinya, para siswa membentangkan karton bertuliskan tuntutan mereka yang ditujukan ke pemerintah Kota Medan agar mereka terbebas dari banjir.

"Bapak yang terhormat, berbulan-bulan kami menderita. Sebentar belajar sebentar tidak belajar. Apakah bapak/ibu tega melihat mereka begini. Janganlah jadi ABS (asal bapak senang)/AIB (Asal Ibu Senang) sedangkan orang lain menderita," demikian tertulis pada poster yang dibawa salah seorang siswa SD.



Mengetahui adanya aksi ini, Camat Medan Labuhan, Arrahman Pane, memberikan penjelasan. Arrahman mengatakan status jalan yang mereka tuntut tak lain adalah kewenangan pemerintah provinsi untuk memperbaikinya.

"Saya berikan pemahaman bahwa itu statusnya jalan provinsi. Jadi, kewenangannya ada di Pemprovsu. Tapi, namanya warga, mereka tahunya jalan dan drainase mereka harus diperbaiki agar tidak banjir," kata Arrahman.

Mengambil jalan tengah, Arrahman berjanji menyurati Dinas Bina Marga Sumatera Utara dengan melampirkan tanda tangan seluruh warga yang mendesak agar jalan dan drainase di sana diperbaiki. 

"Kami akan memfasilitasi tuntutan mereka. Kami minta mereka mengumpulkan tanda tangan sebagai bentuk dukungan agar jalan di perbaiki. Kalau sudah terkumpul besok suratnya akan langsung kami layangkan," kata dia.

Setelah diberi penjelasan oleh Arrahman, warga Medan Labuhan yang berkerumun pun membubarkan diri. Begitu juga siswa SD yang ikut dalam aksi itu.


(UWA)